Selasa 24 Desember 2019, 10:46 WIB

Santunan Anak Yatim Menandai 15 Tahun Gempa Tsunami di Aceh

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Santunan Anak Yatim Menandai 15 Tahun Gempa Tsunami di Aceh

Mi/Amiruddin Abdullah Reubee
Warga Aceh berziarah ke pemakaman massal korban gempa dan tsunami di Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa (24/12/2019).

 

MENYAMBUT peringatan 15 tahun gempa dan tsunami di Aceh, digelar berbagai kegiatan. Salah satunya adalah santunan anak yatim. Panitia telah menyiapkan santunan untuk ratusan anak yatim korban tsunami.

"Santunan diberikan kepada mereka adalah anak yang kehilangan orang tuanya akibat tsunami meluluh lantakkan pesisir Aceh. Sekarang para yatim ini sudah berusia 25 tahun. Saat-saat paling membutuhkan perhatian kita. Apalagi mereka sedang dalam masa belajar di sekolah atau pesantren. Bersama dengan mereka juga disantuni anak yatim di luar peristiwa tsunami" tutur Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, kepada Media Indonesia, Senin (23/12/2019).

Fadhlullah, mengharapkan setiap warga selalu memberikan perhatian kepada anak korban tsunami dan anak yatim lainnya. Apalagi mereka yang sedang menginjak masa remaja, tetu banyak mememerlukan kebutuhan hidup. Karena masa remaja adalah saat paing menentukan bagaimana kelanjutan hidup kala dewasa.

"Bukan saja membutuhkan finansial untuk sandang pangan, tapi kebutuhan pendidikan dan pembentukan moral yang berkarakter sangat diperlukan supaya anak-anak korban tsunami itu hidup lebih terarah" kata Wabup Pidie itu.

baca juga: Sambut Wisatawan Prambanan Gelar Festival Gunungan

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, Jamaluddin mengatakan peringatan 15 tahun tsunami dilakukan dengan berbagai versi.

"Berbagai rangkaian acara ini dilakukan sejak awal Desember. Sedangkan puncak peringatan 15 tahun tsunami itu digelar pada Kamis, 26 Desember di areal gedung Pidie Convention Center, Sigli, Kabupaten Pidie" kata Jamaluddin. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More