Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI Daerah Riau dan jajarannya melakukan pencegahan bahaya paham Radikalisme kepada masyarakat di Desa Kurap Jaya, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasatbinmas) Polres Pelalawan AKP Adi Pranyoto mengatakan Polri terus memperkuat pemahaman masyarakat tentang bahaya radikalisme dan terorisme guna mencegah masyarakat terpengaruh kelompok itu.
"Kita ajak masyarakat jangan sampai terpengaruh dengan kejadian yang ada di medsos, apa penyebaran hoaks, antisipasi radikalisme, intinya bagaiman sitkamtibmas kabupaten Pelalawan terjaga aman dan kondusif," kata Adi di Desa Kiyap Jaya, Kebupaten Pelalawan, Riau Kamis (3/10).
Adi juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dengan kehadiran orang asing yang mengajak atau melakukan pertemuan tanpa berkoordinasi dengan aparat desa dan aparat kepolisian. Sebab, kondisi seperti itu kerap dimanfaatkan orang yang tidak bertanggungjawab untuk menyampaikan paham-paham yang bertentangan dengan NKRI.
"Saya imbau kalau ada orang yang datang ke rumah atau ajak sesuatu hal yang tidak jelas, dan tidak diketahui orangnya tolong diantisipasi, sampaikan ke Babinkamtibmas yang ada, dan pak Kades," ucap Adi.
Dia menegaskan radikalisme merupakan paham yang harus diantisipasi, karena mudah masuk ke lapisan masyarakat yang kurang mengetahui tentang masalah pancasila, agama persatuan dan kesatuan bangsa itu.
"Tolong dijaga desa kita yang sudah aman ini, kalau desa ini sudah aman, mudah-mudahkan desa lainnya di Pelalawan aman dan kondusif," terangnya
Dengan kehadiran Babinkamtibmas sebagai fungsi humas turun langsung ke masyarakat di kawasan heterogen tersebut. Sebab, tahapan radikalisme yang diawali dari sikap intoleran hingga individu atau kelompok tersebut menjadi radikal.
"Kalau kita tidak bisa antisipasi, terjadilah perpecahan makanya saya mengimbau masyarakat yang hadir ini jadi perpanjang tangan Polri, secara bertahap bersosialisasi," lanjut Adi
Menurut Adi, masyarakat di pedalaman kerap menjadi sasaran kelompok radikal karena mereka lebih mudah dipengaruhi ideologi radikalisme. Sebut Adi, masyarakat di Pelalawan diharapkan memiliki benteng yang kuat sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh orang-orang yang berpaham radikalisme.
"Saya yakin bapak ibu yang hadir tidak termasuk dari orang yang mudah dimasukin paham itu, namun tidak salahnya dilakukan sosialisasi agar bisa menjaga NKRI utuh tidak terpecah belah," paparnya.
Dia menambahkan, masyarakat tidak terlibat kelompok radikal sekaligus mewaspadai, mengidentifikasi, dan melaporkan bila menemukan indikasi penyebaran paham radikalisme di lingkungan masing-masing.
"Kalau sudah masuk paham itu, rusuh dan ribut, lihat di media sosial pasti tidak aman, cari nafkah takut jadi kita harus diantisipasi," tegasnya.
Dalam pertemuan dengan masyarakat, Polres setempat menyerahkan bantuan sarana kontak dan rutin kepada masyarakat dalam rangka sosialisasi paham radikalisme di Kabupaten Pelalawan, Riau.
"Bantuan ini jelas, tujuan jelas dan manfaat jelas, walaupun tidak seberapa tetapi ikatan batin kita yang paling penting menjaga Kamtibmas," pungkasnya.
Dalam penyerahan bantuan sarana kontak itu, turut hadir perwakilan dari Mabes Polri; Kasubbag Berita Mabes Polri AKBP, Alfian Nurmas, Arif Maulana, dan perwakilan Polda Riau; Kasubbid Multimedia Humas Polda Riau, AKBP Ramlan, Al Muzammil dan Pemerintah setempat Kalak BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, Kepala Desa Kiyap Jaya Herman. (OL-09)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
HARIMAU Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berusia remaja menuju dewasa dilaporkan muncul di sekitar pemukiman penduduk di RT.14/RW.14 Desa Benteng Hulu, Siak, Riau.
Seekor gajah jantan dewasa berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pelalawan, Riau.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati dalam kondisi dimutilasi.
Gakkum Kehutanan memeriksa PT RAPP terkait kematian Gajah Sumatera di Riau. Investigasi fokus pada pemenuhan kewajiban perlindungan satwa di areal konsesi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved