Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji akan mengevaluasi dan menginvestigasi kasus kecelakaan maut di tol Cipularang, Jawa Barat. Insiden di KM 89 hingga KM 91 yang melibatkan 21 kendaraan itu merenggut 8 korban jiwa pada Senin (2/9) siang.
Budi mengaku telah menugaskan jajaran Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melihat pelbagai hal seputar kecelakaan tersebut, semisal ketaatan aturan dan lain sebagainya.
"Saya juga minta untuk kerja samanya dengan ITB. Bisa jadi ini berkaitan dengan alignment daripada jalan," ujar Budi kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (3/9).
Jika musibah kecelakaan beruntun itu terkait dengan teknis struktural maka dibutuhkan waktu selama satu pekan untuk menganalisisnya. Analisis tersebut dilakukan lantaran kecelakaan kerap terjadi di KM 90 tol Cipularang.
Baca juga: Tujuh Orang dalam Satu Keluarga Jadi Korban Kecelakaan Cipularang
Menurut dia, ada 2 masalah yang perlu diperhatikan dalam kasus kecelakaan di tol Cipularang. Pertama, disiplin pengendara terkait kecepatan kendaraan saat melaju di jalan bebas hambatan. Nantinya akan diatur dengan cara-cara yang lebih pasti, semisal teknik kamera atau punishment yang sangat signifikan sehingga sopir bisa menaatinya.
Berikutnya, terang dia, menyangkut beban muatan yang dibawa kendaraan. Kelebihan muatan dikhawatirkan akan mengganggu kestabilan kendaraan. Ia mengaku akan mendiskusikan mengenai muatan yang terkait eskpor tersebut dengan para pelaku usaha dan stakeholder.
Selain itu, imbuh dia, Kemenhub pun punya rekomendasi terhadap cara berkendara yang baik. Begitu pula dengan alignment dan flow yang dirasa tidak sesuai kaidah konstruksi jalan maka PT Jasa Marga perlu melakukan perbaikan.
"Tapi paling tidak kita akan minta pada Jasa Marga untuk memberikan suatu warning di tempat itu. Dengan lampu, dengan mungkin adanya petugas yang interaktif memberikan perhatian, mungkin juga dengan bunyi-bunyian, apa segala sesuatu, sehingga tempat yang legendaris atau selalu terjadi di situ bisa diselesaikan dengan baik," pungkasnya.(OL-5)
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Korban pertama kecelakaan ATR 42-500 di Balocci, Pangkep dievakuasi. Ia ditemukan tewas di jurang 200 m saat SAR dihantam cuaca ekstrem. Kabut pekat visibilitas 5 m.
Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 16.15 WIB di jalur arah Surabaya menuju Malang, tepatnya di Desa Pamotan, Kecamatan Porong.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Kecelakaan terjadi di Jalur A Jajan Tol KM 426.400 Semarang-Bawen tepatnya di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang Selasa (6/1) pagi, dengan korban 1 tewas dan 6 luka.
Satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam kecelakaan di Tol Batang–Semarang. Polisi mendalami dugaan gangguan kemudi pada truk trailer bermuatan besi.
Seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat tersebut masih berlaku pada saat kejadian.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya kecelakaan maut bus di Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 penumpang pada Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved