Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Transjabodetabek Blok M-Soetta Dapat Lampu Hijau, Pramono: Koper Besar Boleh Naik

 Gana Buana
11/2/2026 16:50
Transjabodetabek Blok M-Soetta Dapat Lampu Hijau, Pramono: Koper Besar Boleh Naik
Rute baru Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)(Dok. MI)

RENCANA pengoperasian rute baru Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kian mendekati realisasi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan rute tersebut telah mengantongi lampu hijau dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan ditargetkan mulai beroperasi sebelum Lebaran 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan izin prinsip dari Kemenhub menjadi dasar kuat bagi Pemprov untuk mematangkan persiapan teknis di lapangan. Menurutnya, koordinasi lintas instansi sudah berjalan dan kini tinggal menyempurnakan sejumlah aspek operasional.

“Kami sedang mempersiapkan dan mematangkan. Secara prinsip Kementerian Perhubungan sudah memberikan izin,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2).

Target pengoperasian sebelum Idulfitri bukan tanpa alasan. Pemprov DKI ingin memastikan layanan ini sudah bisa dimanfaatkan masyarakat saat mobilitas menuju dan dari bandara meningkat tajam menjelang musim mudik dan libur Lebaran.

“Yang jelas target saya, saya sudah menyampaikan kepada Dinas Perhubungan dan juga TransJakarta harus bisa sebelum Lebaran supaya membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Halte Jadi Fokus Penyempurnaan

Meski izin sudah dikantongi, Pemprov mengakui masih ada pekerjaan rumah, terutama pada kesiapan infrastruktur pendukung. Beberapa halte di sepanjang rute Blok M-Soetta disebut masih perlu disempurnakan agar sesuai dengan kebutuhan penumpang bandara.

Berbeda dengan rute reguler, penumpang menuju bandara umumnya membawa barang bawaan lebih banyak dan membutuhkan ruang tunggu yang lebih nyaman serta akses yang lebih mudah. Karena itu, penyempurnaan halte menjadi bagian penting sebelum rute resmi diluncurkan.

“Tetapi memang akan ada beberapa halte baru yang harus disempurnakan,” ucap Pramono.

Salah satu kekhawatiran publik terkait transportasi umum menuju bandara adalah pembatasan barang bawaan. Menanggapi hal tersebut, Pramono memastikan penumpang diperbolehkan membawa koper berukuran besar selama masih dapat ditampung di dalam bus.

“Nanti teknisnya di lapangan ya. Tetapi yang jelas selama bisa muat di bus ya silakan aja,” tuturnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa rute Transjabodetabek Blok M-Soetta memang disiapkan sebagai alternatif transportasi bandara yang lebih terjangkau dan mudah diakses masyarakat. Blok M yang selama ini dikenal sebagai simpul transportasi di Jakarta Selatan dinilai strategis untuk menghubungkan penumpang dari berbagai wilayah.

Jika seluruh persiapan berjalan sesuai target, kehadiran rute ini berpotensi menjadi opsi baru bagi warga yang ingin menuju Bandara Soekarno-Hatta tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi atau layanan transportasi berbasis aplikasi.

Kini, publik menunggu realisasi di lapangan, apakah rute ini mampu menghadirkan layanan yang nyaman, tepat waktu, dan benar-benar ramah bagi penumpang berbagasi saat musim mudik nanti. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya