Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Masyarakat Transportasi Indonesia Sarankan Program Motis Dihentikan dan Dialihkan ke Bus serta Kereta Api Gratis

Widjajadi
21/2/2026 09:58
Masyarakat Transportasi Indonesia Sarankan Program Motis Dihentikan dan Dialihkan ke Bus serta Kereta Api Gratis
Dewan Penasehat MTI Pusat Djoko Setijowarno.(MI/WIDJAJADI)

Pemerintah disarankan menghentikan program Mudik Motor Gratis (Motis) dan mengalihkan anggaran tersebut untuk menambah kuota bus dan kereta api gratis. "Program Motis yang berjalan sejak 2014, kami cermati hanya menyerap kurang dari 1 persen pemudik motor, sehingga kurang efektif mengurangi beban jalan," beber Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno kepada Media Indonesia, Sabtu (21/2/2026).

Menurut dia, ketimbang mempertahankan program yang tidak signifikan, MTI mengusulkan, agar menghentikan program Motis dan mengalihkan dengan menambah kuota bus dan kereta api gratis. Akademisi Teknik Sipil Unika Soegijopranoto mengutip hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, bahwa mobil pribadi masih menjadi moda transportasi favorit dengan jumlah mencapai 76,24 juta pengguna 52,98 % serta sepeda motor 24,08 juta atau 16,74 %.

Pemerintah, lanjut Djoko, perlu meningkatkan kapasitas program mudik gratis secara masif, baik melalui moda bus maupun kereta api, guna menyediakan alternatif perjalanan yang jauh lebih aman, layak, dan manusiawi bagi rakyat. "Penyediaan bus gratis dan kemudahan pendaftarannya adalah solusi kunci untuk mengalihkan pemudik motor ke moda yang lebih aman," tukas dia lagi.

Fokus penambahan bus dan kereta api gratis itu, dinilai dapat mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan pemudik, terutama anak-anak yang rentan mengalami hipotermia, kelelahan, stres, hingga risiko tergencet. Sejauh ini pemerintah dilihat sudah menggelar rakor untuk persiapan angkutan mudik Lebaran 2026, seperti yang dilakukan Menteri Perhubungan Dudy Purwogandhi di Jogjakarta pada Jumat (20/2/2026).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya