Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Bus Sering Kosong, Pengamat Ungkap Masalah di Balik Program Mudik Gratis 2026

Rahmatul Fajri
11/3/2026 19:11
Bus Sering Kosong, Pengamat Ungkap Masalah di Balik Program Mudik Gratis 2026
Warga mengambil lembar verifikasi pendaftaran mudik sepeda motor gratis di Stasiun Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Senin (2/3/2026)( ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym.)

PENGAMAT Transportasi sekaligus Ketua Umum MTI, Haris Muhammadun menyoroti masalah dalam penyelenggaraan mudik gratis saat Lebaran 2026. Haris mengungkapkan tidak ada aplikasi terintegrasi membuat pendaftar ganda sehingga banyak bus mudik gratis terlihat kosong. Padahal, kata ia, status kuota di sistem masing-masing penyelenggara telah penuh.

"Pemerintah sudah menggelontorkan berbagai stimulus, terutama mudik gratis. Namun karena tidak dilakukan dengan satu aplikasi, sering kali satu anggota keluarga mendaftar di dua atau tiga penyelenggara berbeda," ujar Haris saat Forum Diskusi Denpasar 12 yang diselenggarakan secara daring, Rabu (11/3).

Haris menyayangkan kondisi tersebut mengingat anggaran mudik gratis yang berasal dari APBN hingga APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Ia menilai, ketidakefisienan ini merugikan masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan kursi namun kehabisan kuota akibat adanya pemilih yang memesan di beberapa tempat sekaligus.

"Ini yang menjadi rekomendasi kebijakan kami. Sudah dua tahun MTI menyuarakan satu aplikasi untuk mudik gratis, tapi sampai sekarang belum terwujud. Akibatnya, terkadang bus berangkat kosong, padahal operasionalnya menggunakan uang negara," kata Haris.

Haris mendesak agar pemerintah segera melakukan sinkronisasi dan membangun Sistem Informasi Terpadu Angkutan Lebaran Nasional.

Ia mendorong pendaftaran mudik gratis satu pintu sehingga data pemudik dapat tervalidasi secara nasional berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dengan demikian, satu orang tidak bisa memesan lebih dari satu layanan mudik gratis.

"Sinkronisasi kebijakan ini sangat penting agar stimulus yang diberikan pemerintah tepat sasaran dan efisien secara anggaran," pungkasnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya