Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Puncak Arus Mudik 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali, Rekayasa Tol Japek-Cipali Diperketat

Putri Rosmalia Octaviyani
11/3/2026 18:14
Puncak Arus Mudik 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali, Rekayasa Tol Japek-Cipali Diperketat
Sejumlah kendaraan pemudik melintas di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).(Dok. Antara)

PUNCAK arus mudik Lebaran 2026 (1447 Hijriah) diprediksi akan terjadi dalam dua gelombang besar. Fenomena dua kali puncak arus mudik Lebaran 2026 itu dipicu oleh fleksibilitas waktu kerja dan cuti bersama yang lebih panjang, sehingga masyarakat memiliki kecenderungan waktu keberangkatan yang berbeda.

Diprediksi puncak arus mudik  2026 terjadi dua kali, yakni pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. 

Jadwal Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran 2026

Berdasarkan SKB 3 Menteri, berikut adalah jadwal resmi penerapan sistem satu arah (one way), ganjil genap, dan contraflow di jalur utama mudik:

1. Sistem One Way (Satu Arah)

Berlaku dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang-Solo:

  • Waktu: Selasa, 17 Maret 2026 (Pukul 12.00 WIB) hingga Jumat, 20 Maret 2026 (Pukul 24.00 WIB).
  • Sterilisasi Jalur: Dilakukan dua jam sebelum pemberlakuan (Pukul 10.00 - 12.00 WIB).

2. Sistem Ganjil Genap

Diterapkan guna membatasi volume kendaraan di ruas tol utama menggunakan pengawasan ETLE:

  • Lokasi: KM 47 (Karawang Barat) hingga KM 414 (Kalikangkung).
  • Waktu: Mulai Selasa, 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB.

3. Contraflow (Lawan Arus)

Diberlakukan secara situasional di Tol Jakarta-Cikampek:

  • Titik: KM 47 hingga KM 70.
  • Periode: 17 Maret hingga 22 Maret 2026 (Menyesuaikan kondisi di lapangan).

Kendaraan dari arah Tol Cisumdawu yang menuju Jakarta selama periode One Way akan dialihkan keluar melalui Gerbang Tol (GT) Cimalaka atau GT Cisumdawu Jaya.

Antisipasi Kepadatan di KM 66 Jakarta-Cikampek

Polisi memberikan perhatian khusus pada KM 66 Tol Jakarta-Cikampek, yang merupakan titik pertemuan arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Trans Jawa dan jalur Cipularang (Bandung). Jasa Marga memprediksi sekitar 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta, dengan 50 persen di antaranya mengarah ke Timur (Trans Jawa dan Bandung) pada musim arus mudik Lebaran 2026.

Pemerintah juga mengimbau pemudik untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang direncanakan berlaku pada 16-17 Maret untuk menghindari terjebak dalam puncak kepadatan gelombang kedua.

Masyarakat diminta untuk selalu memantau kondisi cuaca melalui BMKG, mengingat adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah selama periode puncak arus mudik pertama. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya