Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
SEKTOR industri pengolahan timah memberikan risiko tekanan penurunan kinerja ekonomi di Bangka Belitung. Sampai akhir tahun, pertumbuhan ekonomi Babel diperkirakan akan berada pada kisaran 4,0%-4,5% (year of year/yoy). Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bangka Belitung, Tantan Rabi mengatakan, sektor industri pengolahan mengalami kontraksi sebesar 1,48% (yoy) pada triwulan ini.
"Padahal pada triwulan sebelumnya, perekonomian Babel dari sektor itu masih mampu tumbuh sebesar 2,17%. Kontraksi pada sektor industri pengolahan ini dipengaruhi oleh masih banyaknya smelter swasta yang belum beroperasi," kata Tantan, Rabi (14/8).
Hal ini bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi sektor pertambangan dan penggalian yang tercatat mengalami pelambatan. Sektor pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 0,30% (yoy).
"Pada triwulan sebelumnya pertumbuhan perekonomian Babel sempat tumbuh tinggi sebesar 7,77% (yoy)," ucap dia.
baca juga: Lewat Gemar Makan Ikan, Lamongan Targetkan Zero Stunting
Ia pun berharap kedepanya, pertumbuhan perekonomian Babel dari sektor pertambangan khususnya pengolahan logam timah dapat kembali membaik. Sehingga tidak memengaruhi tekanan terhadap penurunan perekonomian di Babel.(OL-3)
GUBERNUR Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas tambang ilegal di provinsi itu.
Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menterinya menertibkan seluruh kegiatan pertambangan, baik di kawasan hutan lindung maupun tambang ilegal.
Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Australia menggelar Indonesia–Australia Mineral Roadshow sebagai upaya memperdalam kemitraan strategis di sektor pertambangan.
Laba bersih yang dikantongi mencapai Rp300,07 miliar, atau 93% dari target yang sudah ditentukan yaitu Rp322,64 miliar.
PT Timah Tbk bersama tim gabungan melaksanakan penertiban tambang ilegal di kawasan Izin Usaha Pertambangan Khsusus (IUPK) PT Timah di kawasan Merbuk, Kabupaten Bangka Tengah.
PT TBS Energi Utama membukukan pendapatan konsolidasian sebesar US$172,2 juta. Angka itu lebih rendah dibandingkah periode yang sama di tahun sebelumnya.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved