Rabu 14 Agustus 2019, 13:33 WIB

Lewat Gemar Makan Ikan, Lamongan Targetkan Zero Stunting

Ahmad Yakub | Nusantara
Lewat Gemar Makan Ikan, Lamongan Targetkan Zero Stunting

ANTARA
Ilustrasi

 

PEMERINTAH Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menargetkan pada 2020 bebas bayi stunting. Untuk merealisasikannya, Pemkab Lamongan gencar mengkampanyekan makan ikan. Hal tersebut disampaikan Bupati Fadeli seusai menghadiri safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Desa Ganggangtingan, Kecamatan Ngimbang, Rabu (14/8). Menurut Fadeli, pada 2017 angka stunting di Kabupaten Lamongan mencapai 23% dan turun menjadi 14% pada 2018. Jumlah ini, kata dia, kembali turun menjadi 9% di awal 2019.

"Di akhir 2019, ditargetkan turun menjadi 5% sehingga pada 2020 Lamongan akan Zero Stunting," tegasnya.

Meski terjadi penurunan, Fadeli tetap prihatin masih adanya stunting di Lamongan. Terutama Lamongan merupakan kabupaten penghasil ikan terbesar di Jawa Timur. Produksi ikan Lamongan di setiap tahunnya sekitar 130 ribu ton. Namun angka konsumsi ikan hanya 45,82 kilogram per kapita per tahun.

"Seharusnya bisa lebih dari itu," jelasnya.

Fadeli optimistis dengan kerja sama yang baik antara masyarakat, pemerintah, TP PKK, kader posyandu dan tim medis, target zero stunting di tahun 2020 akan tercapai. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan MS Heruwidi menambahkan, Safari Gemarikan ini diagendakan di 23 provinsi di Indonesia. Untuk di Jawa Timur, hanya dilaksanakan di dua kabupaten, yakni Lamongan dan Sumenep.

baca juga: Batam Segera Miliki Pasar TPID

Di Kabupaten Lamongan sasarannya adalah Desa Gagangtingan dan Desa Durikedungjero Kecamatan Ngimbang serta Desa Plososetro dan Desa Paji Kecamatan Pucuk.

"Angka stunting di Desa Ganggangtingan sebelumnya sebanyak 37 anak,"  terangnya.

Namun, lanjut dia, berkat kerja keras semua pihak, saat ini sudah turun menjadi 8 anak. Sedangkan di Desa Durikedungjero yang sebelumnya 36 anak stunting, saat ini turun  menjadi 10 anak. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More