Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Angin Kencang Picu Perluasan Karhutla di Aceh

Amiruddin Abdullah Reubee
08/8/2019 19:35
Angin Kencang Picu Perluasan Karhutla di Aceh
UPAYA PEMADAMAN KARHUTLA TERKENDALA: Petugas gabungan berusaha memadamkan api yang membakar lahan gambut di Desa Ujong Tanoh Darat, Meureubo( ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat menyebut, angin kencang di tengah cuaca panas terik menjadi pemicu kebakaran hutan dan lahan cepat meluas, sehingga sangat sulit dikendalikan oleh petugas lapangan di Aceh.  

"Angin baratan, sudah mulai sejak Mei 2019. Dari garis angin pekan ini, sedikit lebih kencang antara 10 sampai 30 knot (19 kilometer per jam-55 km/jam) di Aceh," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Aceh, Zakaria Ahmad, di Aceh Besar, Kamis (8/8).

Ia menjelaskan, kondisi angin baratan kurang bersahabat telah melanda provinsi paling barat Indonesia ini baik pada wilayah perairan maupun daratan akibat gangguan cuaca di Samudra Pasifik.

Beberapa udara tekanan rendah di Samudra Pasifik telah menyebabkan massa udara dari Samudra Hindia bergerak ke Pasifik, dan melewati wilayah Aceh yang mengakibatkan terjadinya peningkatan kecepatan angin.

Data terakhir Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut, hingga kini petugas masih mengupayakan pemadaman di Aceh Barat dan Nagan Raya akibat kebakaran hutan dan lahan telah menghanguskan 64 hektare sejak 26 Juli 2019.

"Terjadinya low pressure (tekanan rendah) Samudera Pasifik barat daya Filipina agak jauh dengan Indonesia, jadi tidak terlalu berpengaruh munculnya awan-awan hujan," jelas dia.   


Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan di Jambi Relatif Terkendali


"Kita tahu bersama di musim kemarau rumput juga kering, sangat rawan terjadi kebakaran. Salah satu pemicunya angin kecepatan tinggi, seperti angin baratan," tegas Zakaria.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, bakal mengirimkan satu unit helikopter bom air demi membantu upaya memadamkan kebakaran di Aceh Barat.

"Kemarin kita sudah terima surat permohonan bupati Aceh Barat, hari ini helikopter akan dikirim ke mari. Mudah-mudahan sore ini tiba, sehingga bisa langsung dioperasionalkan. Jumlahnya satu unit," kata Doni.

Bupati Aceh Barat Ramli sebelumnya telah meminta BNPB segera menurunkan tim membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang sudah terjadi sebulan terakhir di daerah itu.

Ia menyebut, dampak musibah kebakaran ini telah menyebabkan puluhan hektare lahan masyarakat yang berada di tiga kecamatan seperti Meureubo, Johan Pahlawan, dan Bubon terbakar total dengan luas lahan mencapai 50 hektare lebih.

"Saya sudah surati BPBA (Badan Penangulangan Bencana Aceh) dan BNPB agar segera membantu pemadaman api di Aceh Barat, minimal ada hujan buatan atau penyiraman air dari udara," kata Ramli. (Ant/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya