Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
HAMPIR sepekan pascaerupsi, kunjungan wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban parahu kembali dibuka untuk umum pada hari ini, Kamis (1/8). Namun, intensitas pengunjung belum sepenuhnya normal. Suasana tempat parkir yang biasanya dipenuhi kendaraan pengunjung, tapi kali ini masih terlihat sepi.
Sebagian besar lapak-lapak milik pedagang masih tutup. Meski begitu, ada pedagang yang tetap datang untuk membersihkan lapaknya dari sisa abu vulkanik.
Seperti dilakukan oleh Tiwi Pertiwi yang tampak membuka satu per satu bungkus plastik aksesoris dagangannya. Setelah dibuka, aksesoris itu kemudian dilap untuk dibersihkan.
"Iya, sekarang dibersihkan karena sedikit terkena abu. Untung kiosnya dalam keadaan tutup jadi enggak terlalu banyak yang kotor terkena abu," kata Tiwi.
Wanita yang selama ini berjualan asesoris rajutan itu mengaku kehilangan pendapatan sebesar Rp2 juta karena erupsi Tangkuban Parahu.
"Hampir seminggu saya diam di rumah, tidak ada penghasilan sama sekali. Saya bersyukur hari ini bisa berjualan lagi," ungkapnya.
Pengunjung asal Jakarta, Jaka Rukmantara mengatakan, bersama istrinya, dia sengaja ingin melihat kondisi terkini pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu.
"Tujuan kami ke sini ingin melihat situasi, yang namanya gunung lagi sakit harus dibesuk, didekati. Kemudian ingin melihat keseriusan dari pengelola dan pemerintah setempat dalam membenahi lokasi wisata alam," ujarnya.
Menurut dia, pembenahan dari pihak pengelola Gunung Tangkuban Parahu pasacaerupsi sudah benar sehingga sudah nyaman dan aman untuk dikunjungi wisatawan.
"Kalau saya perhatikan, Standar Operasional Prosedur (SOP) juga sudah bagus. Tidak perlu khawatir kalau ada permasalahan seperti erupsi susulan karena kita juga langsung mendapat informasi dari petugas," tuturnya.
Pengelola TWA Tangkuban Parahu, Putra Kaban menyebutkan, kunjungan mulai dibuka pukul 07.30 WIB.
"Tadi sudah ada pengunjung mancanegara, dari Malaysia, Eropa serta Timur Tengah," kata Putra.
baca juga: Isran Noor Tak Masalah Ibukota di Luar Kaltim
Dia berharap segera turun hujan agar tidak tersisa lagi abu vulkanik di kawasan Tangkuban Parahu agar pengunjung lebih nyaman saat berada di lokasi.
"Lokasi wisata ini jadi tumpuan masyarakat, ada 5 ribu orang yang mencari rezeki di sini. Kita berdoa saja semoga kondisi gunung terus seperti ini," tambahnya. (OL-3)
Prestasi ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan Bali yang tidak terputus sejak pertama kali penghargaan Readers' Choice Awards DestinAsian diselenggarakan.
KBRI Warsawa bekerja sama dengan ASITA menghadirkan 21 pelaku industri (sellers) asal Indonesia, mulai dari operator tur hingga perwakilan hotel dari destinasi unggulan.
Kunjungan wisatawan NTT naik 30%! Palapa Ring Timur untuk dukung konektivitas Kupang-Waingapu-Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster ungkap dampak konflik Timur Tengah. Kunjungan wisman turun 800 orang/hari & 35 penerbangan di Bandara Ngurah Rai batal. Cek detailnya.
Sekretaris Jenderal United Nations (UN) Tourism Shaikha Al Nuwais menegaskan korelasi erat antara pariwisata dengan perdamaian.
Bima Arya mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang harus terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar pembangunan berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Saat ini Semeru berada pada status Level III (Siaga).
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Masyarakat Aceh, terutama yang berada di dua gampong yaitu Rembune dan Pantan Pediangan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, harus mengungsi.
Gunung berapi Kilauea di Hawaii kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Aliran lava terlihat mengalir sejak akhir pekan.
Gunung Sakurajima dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Jepang.
“Pada tanggal 19 September 2025 terjadi peningkatan jumlah gempa low frequency yang diikuti dengan kejadian erupsi dengan tinggi kolom erupsi berkisar antara 500-1.000 meter"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved