Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kualitas udara di Riau kembali membaik setelah sebelumnya dilaporkan kurang baik akibat adanya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah titik panas dikendalikan melalui water bombing dan modifikasi cuaca.
"Sejak kemarin, pantauan kondisi udara di beberapa tempat menunjukkan sudah membaik. Nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru menunjukkan angka 47,29 (kategori baik). Pantauan dari satelit juga menunjukkan kini tidak ada titik panas di Riau," kata Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo di Jakarta, Senin (29/7).
Ia melanjutkan satuan tugas (satgas) udara telah mengerahkan 17 helikopter untuk water bombing sebanyak 1.993 ton air.
Adapun dua pesawat untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC) memadamkan karhutla di Riau.
Total personel yang diturunkan untuk operasi di Riau ialah 1.512 personil gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat/relawan.
Baca juga: BPPT Usulkan Perpanjangan Hujan Buatan di Riau Hingga September
Penerbangan TMC dengan menggunakan pesawat Casa 212-200 PK-PCT melakukan target penyemaian hujan buatan di Kampar, Rokan Hulu, dan Siak
Kemudian penyemaian awan hujan juga dilakukan di Pelalawan. Pemadaman terbantu dengan turunnya hujan di sejumlah daerah.
Berdasarkan pantauan hujan oleh BMKG, terjadi hujan antara lain di Bengkalis, Siak, Pekanbaru, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti.
Hasil pemantauan hotspot per 28 Juli 2019 dari satelit Aqua, Terra, dan SNNP pada catalog modis LAPAN untuk wilayah Riau tidak terdeteksi hotspot (0 titik).
Sebelumnya, pantauan pada pagi hari 28 Juli 2019 pukul 07.00 WIB untuk wilayah Riau terdapat 89 titik dengan 72 titik kategori sedang dan 17 titik kategori tinggi.
"Satgas udara sudah melakukan upaya water bombing untuk memadamkan kebakaran di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Pangkalan Kuras, Pelalawan, Penarikan Langgam dan Langgam Pelalawan," imbuh Agus. (OL-2)
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
Zulkifli menegaskan bahwa tim krisis Provinsi akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap daerah-daerah yang mulai terdampak kebakaran.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
HARIMAU Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berusia remaja menuju dewasa dilaporkan muncul di sekitar pemukiman penduduk di RT.14/RW.14 Desa Benteng Hulu, Siak, Riau.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Riset Northwestern University ungkap asap kayu di rumah menyumbang 20% polusi mematikan di AS.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved