Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Narkotika Nasional (BNN) menduga pengungkapan satu tersangka dengan barang bukti 38 kilogram sabu di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, pada Sabtu (20/7) kemarin, melibatkan sindikat internasional.
Pejabat dari Direktorat Interdiksi Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Heri Istu Hariono, di Tanjung Selor, Minggu (21/7), mengatakan, dugaan ini terkait masuknya sabu tersebut melalui Tawau, Malaysia.
Didampingi Kapolres Bulungan, AKBP Andrias Susanto, dan Pejabat Bea Cukai Tarakan, Syamsuddin, ia menambahkan bahwa dugaan keterlibatan jaringan internasional juga terkait dengan jumlah sabu yang sangat besar mencapai 38 kg. Bahkan, kata dia, jumlah 38
kg tercatat sebagai pengungkapan dengan barang bukti terbanyak dalam satu kasus selama ini untuk wilayah Kaltara dan Kalimantan Timur.
"Kecurigaan lain, bentuk kemasan yang berbeda," katanya.
Ia memperlihatkan satu contoh bungkusan polos yang diperkirakan beratnya 1 kg. Padahal, selama ini bungkusan disamarkan dengan bungkus sebuah merek teh China sehingga ada dugaan ini sebuah jaringan baru.
Baca juga: 8.174 Jiwa di 11 Desa di Kabupaten Sukabumi Terdampak Kekeringan
"Kami masih mendalami hal itu. Jadi, kami berharap dukungan semua pihak untuk memberikan informasi guna mengungkap jaringan ini," ujarnya.
Kaltara bukan tujuan utama peredaran sabu, hanya perantara untuk wilayah antardaerah dan antarpulau. Penangkapan itu terjadi pada Sabtu sekitar 08.00 Wita di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum Jl. Jelarai Selor Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Barang bukti yang didapatkan satu unit mobil Toyota Innova warna putih dengan nomor polisi KT 1538 WE. Selain itu juga 38 bungkus sabu dengan berat satu bungkus 1 kg, total 38 kg. Terdapat juga tas warna hitam biru dan tas warna hitam.
Barang bukti lain satu handphone merek iPhone 7 warna hitam. Tersangka yang terancam hukuman seumur hidup atau mati itu atas nama Achmad Fathoni, lahir 15 Februari 1999, warga Samarinda, Kaltim. (OL-1)
Kasus ini bermula dari penangkapan FG pada 26 November 2025. Dari dompetnya, polisi menemukan sabu seberat 0,43 gram yang tersimpan dalam kertas aluminium foil dan plastik klip.
Proses diplomasi dan pemenuhan legalitas pemindahan tersangka difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, bersama seluruh jajaran KBRI Phnom Penh.
POLRES Asahan menangkap dua pelaku yang terlibat jaringan sabu ke Palembang di Dusun II, Desa Bangun Sari, Kecamatan Silo Laut, Minggu (9/11).
Alat pelacak, yang dipasang otoritas narkotika Thailand, menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut bergerak ke utara menuju perbatasan Myanmar.
BNN RI membongkar rumah produksi sabu di Cisauk, Tangerang. Pelaku IM dan DF meraup keuntungan Rp1 miliar dengan modus mengekstrak obat asma menjadi bahan narkoba sabu
Kedua pelaku mengaku telah memperoleh keuntungan sekitar Rp1 miliar selama sekitar enam bulan terakhir.
Donald Trump pada Senin (12/1) mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25% terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran.
Tindakan Martinelli lalu memancing ketegangan dari pemain Liverpool lainnya, yang kemudian dilanjutkan dengan adu mulut dan dorong-dorongan dari pemain kedua tim.
Sementara satu kematian sudah dikonfirmasi. Dia mengidentifikasi korban tersebut sebagai seorang wanita berusia 22 tahun.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menegaskan SDA Venezuela adalah hak mutlak rakyatnya dan memperingatkan bahaya preseden buruk intervensi asing.
Miller mempertanyakan legitimasi kontrol Denmark atas Greenland dan menolak untuk mengesampingkan kemungkinan tindakan militer untuk menganeksasi pulau tersebut.
Hubungan formal dengan Denmark dimulai pada 1721, ketika misionaris Hans Egede mendarat untuk mencari pemukim Nordik yang hilang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved