Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS stunting menjadi momok yang cukup meresahkan di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jumlah kasus stunting cukup tinggi di daerah ini, terkait minimnya pola makan bergizi dan minimnya pandangan pola hidup yang sehat. Sekitar 26% bayi dan balita mengalami stunting. Atau 6 hingga 7 ribu bayi/balita mengalami stunting.
Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, NTT memberikan perhatian serius dengan meningkatkan sosialisasi bagi warga di rumah-rumah sakit hingga puskesmas dan posyandu. Selain itu, perhatian serius ini juga diwujudkan dalam penandatanganan kerjasama atau MoU bersama 72 bupati/ walikota se-Indonesia dalam rangka komitmen pelaksaan percepatan pencegahan stunting.
Kasubag publikasi dan dokumentasi Humas Flotim, M. Tribudi saat dikonfirmasi, Jumat (5/7) pagi mengakui keseriusan pemerintah menurunkan angka stunting di daerah ini. Termasuk berpartisipasi dalam penandatanganan MoU bersama 72 bupati/ walikota se-Indonesia di Jakarta.
"Pada 3 Juli lalu, Bupati Flotim Antonius H. Gege Hadjon hadir di Jakarta bersama 72 bupati/ walikota se-Indonesia untuk melakukan penandatanganan MoU sebagai komitmen pencegahan stunting. Saat mengikuti rapat koordinasi teknis tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Wakil Presiden. Penandatangan MoU tersebut sebagai komitemen pemerintah daerah untuk serius mengatasi masalah stunting di daerah ini," jelas Tribudi.
Penandatanganan MoU bersama sejumlah bupati dan walikota tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah menindaklanjuti upaya pemerintah pusat untuk mencapai target penurunan angka stunting dalam RPJMN 2015-2019 sebesar 28% pada akhir tahun 2019.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Flotim menyebutkan, hingga April tahun 2019 ini, sekitar 26% bayi dan balita mengalami stunting. Atau dari 20 ribu bayi, sekitar 6 hingga 7 ribu bayi-balita mengalami stunting. Jumlah kasus yang cukup tinggi dan membutuhkan perhatian serius setiap pihak.
Tingginya kasus stunting ini diakui oleh Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Flotim, Kamaria Lamanale.
"Iya betul. Kasus stunting cukup meresahkan, karena jumlah bayi yang terdampak cukup banyak. Jika laporan tahunan pada 2018 lalu mencapai 44%, maka pada laporan bulanan hingga April sudah mencapai 26%. Data ini berdasarkan hasil timbangan bayi di posyandui. Angka ini akan terus bergerak, dan dikhawatirkan meningkat setiap bulannya," ujar Kamaria.
baca juga: Yamaha Siap Tebar Ancaman di GP Jerman
Lebih lanjut, Kamaria pun mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi dalam upaya pencegahan stunting di daerah ini. Termasuk pengetahuan tentang stunting yang minim, juga asupan gizi dan pola hidup sehat yang tidak sesuai.
"Banyak hal yang telah dilakukan daerah ini untuk mencegah stunting, tapi mungkin belum fokus, belum maksimal, dan belum terintegrasi dengan baik. Sehingga kami akan terus berupaya melakukan berbagai kegiatan dalam rangka kampanye stunting, dan memberikan konseling bagi ibu-ibu di setiap puskesmas dan posyandu hingga ke pelosok-pelosok," sambung Kamaria. (OL-3)
Kemenkes ungkap 6% bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah (BBLR) lewat Program Cek Kesehatan Gratis 2025. Simak risiko stuntingnya.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Cek kesehatan berkala sangat dianjurkan untuk masyarakat dengan tujuan mengetahui status kesehatan, mendeteksi dini gangguan kesehatan, dan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan.
MEMASUKI tahun 2026, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan preventif semakin meningkat, termasuk dengan mengonsumsi suplemen kesehatan.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved