Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Narkotika Nasional mengamankan 13 orang yang terlibat dalam penyelundupan narkotika dari Malaysia ke Indonesia, melalui Kota Tanjungbalai, Sumatra Utara.
Pada dua dari lima kali operasi penangkapan di empat lokasi berbeda, petugas menemukan narkotika jenis sabu yang disembunyikan di ban dalam. Namun, BNN sempat menghadapi perlawanan yang alot dari para tersangka. Akibatnya, tak dapat dihindari, satu orang tewas tertembak oleh petugas.
Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, mengungkapkan kronologis operasi penangkapan yang dilakukan secara maraton tersebut.
"Pada Selasa, 2 Juli 2019, Tim BNN menerima info dari masyarakat tentang adanya speedboat yang berlabuh di Perairan Tanjungbalai Asahan membawa narkotika yang diambil dari wilayah perbatasan Malaysia," tuturnya di Medan, Kamis (4/7).
Berdasarkan informasi tersebut, lanjut Arman, BNN kemudian melakukan penyelidikan dan mencurigai sebuah mobil Innova hitam bernomor polisi BK 1430 HG dan mengikutinya dengan teknik surveilans.
Ketika keluar dari sebuah rumah menuju jalan raya sekitar pukul 17.15 WIB, tepatnya di perlintasan rel kereta api Simpang Warung, Kisaran, mobil dihentikan dan digeledah.
Di dalam mobil petugas menemukan tiga ban dalam berisi narkotika jenis sabu dan ekstasi serta mengamankan dua penumpang atas nama Adi Putra alias Tison dan Ardiansyah alias Yuni.
"Berdasarkan keterangan tersangka, mereka masih menyimpan narkotika di sebuah rumah di Lubuk Palas, Asahan," sambung Arman.
Kemudian tim BNN mendatangi rumah itu dan kembali menemukan satu ban dalam berisi narkotika di belakang rumah dan berhasil mengamankan satu orang penunggu rumah bernama Fadli.
Selanjutnya, tim melakukan pengembangan kasus dengan mencari pelaku lain. Diketahui salah satunya menggunakan mobil Jazz bernomor polisi BK 1004 VP yang melintas ke arah Kabupaten Batubara.
Sekitar pukul 17.30 WIB, tim BNN menemukan mobil Jazz tersebut dengan kecepatan tinggi. Namun pada saat dilakukan pengejaran, tiba-tiba tim BNN disalip oleh sebuah mobil Avanza bernomor polisi B 1321 KIJ.
Ketika tim BNN akan menyalip, mobil Avanza tidak memberikan jalan dan berusaha menghalang-halangi. Namun tim terus melakukan pengejaran dan sekitar pukul 18.30 WIB tim berhasil menghentikan Honda Jazz di Jalan Perintis Kemerdekaan, Batubara.
Dari situ BNN mengamankan dua penumpangnya, atas nama Hanafi dan Amirudin. Namun, mobil Avanza berhasil lolos dari pengejaran menuju ke arah pelabuhan.
Kemudian tim berupaya mencari mobil Avanza ke arah pelabuhan, tetapi tidak berhasil menemukan. Namun BNN terus mengembangkan penyelidikannya. Dan pada Rabu (3/7) sekitar pukul 01.30 WIB, tim berhasil menangkap dua orang pelaku lain bernama Zul dan Nazar di sebuah rumah di dalam perkebunan sawit di daerah Teluk Dalam, Kabupaten Asahan.
Baca juga: Sejumlah Wilayah Jatim Berpotensi Terjadi Kekeringan Ekstrem
Dalam pengembangan berikutnya, tim mengetahui keberadaan pelaku lain di wilayah Deli Serdang. Dan ketika sedang melakukan pencarian, tepatnya di Jalan Perhubungan Lao Dendang, Medan Tembung, BNN menemukan kembali mobil Avanza putih BK 1321 KIJ yang sempat berhasil lolos dari tangkapan.
Kemudian tim berupaya untuk menghentikannya, tetapi mobil tersebut masih tetap berusaha untuk melarikan diri. Bahkan menabrak dan berupaya mencelakai serta membahayakan petugas.
Melihat kondisi itu, tim BNN yang terus melakukan pengejaran memberikan peringatan dengan beberapa kali tembakan, tetapi tidak dihiraukan. Justru mobil Avanza terus melarikan diri sehingga petugas mengarahkan tembakan yang terukur. Dan setelah terjadi kejar-kejaran akhirnya mobil Avanza tersebut berhenti.
Ketika sudah berhenti beberapa orang ke luar dari mobil dan melarikan diri. Dan saat dilakukan pemeriksaan di dalamnya terdapat tiga orang penumpang, yakni Sulaeman, M Yusuf, dan M Yasin.
Dua dari ketiga penumpang tersebut saat ditemukan dalam keadaan terluka tembak, yaitu Yasin dan Yusuf. Selanjutnya, petugas berupaya memberikan pertolongan kepada yang terluka dengan membawanya ke RS Haji Medan.
Namun setibanya di rumah sakit, Yasin dinyatakan meninggal dan Yusuf mengalami luka pada betis kaki kiri dan saat ini dirawat di RS Bhayangkara Medan.
Kemudian pada 3 Juli 2019 sekitar pukul 16.15 WIB, tim BNN berhasil menangkap satu orang pelaku lain, atas nama Tarmizi alias Geng. Dia ditangkap di salah satu rumah milik Nisa di Gg Riski, Bandar Klipa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang. (OL-1)
Untuk mengantisipasi dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem, pemprov sudah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca pada 18-21 Februari di Bandara Silangit dan Bandara Kualanamu.
SUMATRA Utara disebut sebagai wilayah dengan penerapan sanksi hukum paling ekstrem bagi para pelaku kejahatan narkotika di Indonesia.
POLISI menggagalkan upaya pengiriman narkotika jenis sabu seberat delapan kilogram yang dikirim dari Sumatra Utara (Sumut) menggunakan bus angkutan umum dengan modus sebagai oleh-oleh.
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
"Vape adalah produk legal yang telah diatur dalam berbagai kebijakan. Yang harus diberantas adalah penyalahgunaannya, bukan serta-merta produknya."
BNN RI mewaspadai dampak konflik kartel narkoba di Meksiko yang mulai memengaruhi peta rantai pasok narkotika ke Indonesia.
Fokus BNN seharusnya diarahkan pada pelaku ilegal, bukan justru menuding semua pelaku industri legal yang sudah patuh pada aturan.
BNN memusnahkan barang bukti dari hasil pengungkapan lima kasus tindak pidana narkotika serta mengamankan 10 orang tersangkaPemusnahan barang bukti narkotika
BNN menegaskan komitmen memerangi narkotika secara komprehensif, baik melalui tindakan tegas maupun pencegahan.
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa stabilitas keamanan negara sangat bergantung pada keberhasilan penanganan narkoba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved