Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pembangunan Underpass di Sleman Diliburkan Saat Arus Mudik

Ahmad Mustaqim
11/5/2019 21:40
Pembangunan Underpass di Sleman Diliburkan Saat Arus Mudik
Pembangunan Underpass di Sleman(ist)

PROYEK pembangunan jalan bawah tanah (underpass) di Jalan Pajajaran yang melintas di Jalan Kaliurang Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dihentikan sementara saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemacetan karena terjadi penyempitan jalan akibat proyek tersebut.
 
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Kentungan Satker PJN DIY Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sidik Hidayat, mengatakan, penghentian sementara proyek di wilayah Kentungan itu dilakukan pada H-10 Lebaran. Kemudian, batas pemberhentian sementara antara H+7 dan maksimal H+10 lebaran.
 
"Selama itu alat-alat di lokasi proyek tidak bekerja dan ditempatkan di sisi barat. Kalau ada pekerja sebatas melakukan bersih-bersih," kata Sidik di Yogyakarta, Sabtu (11/5).

Untuk mendukung langkah itu, salah satu pagar proyek pelebaran jalan akan turut dibuka. Pembukaan pagar proyek itu untuk memberikan tambahan ruas jalan bagi kendaraan pemudik untuk melintas.
 
Menurut dia, saat ini pengerjaan proyek tentang dikebut agar bisa mencapai 30% progres sebelum Lebaran. Di sisi lain, pelebaran jalan juga dilakukan di sisi timur proyek yang ada di utara jalan.  


Baca juga: Keluarga Ketua KPPS di Surakarta Tolak Autopsi Jenazah

 
Pantauan Medcom.id, pelebaran jalan di sisi utara itu sebagian sudah selesai. Sementara, di sisi selatan belum di mulai.
 
Menurut dia, pengerjaan tengah dilakukan siang dan malam hari sebelum Lebaran. Ia memperkirakan progres pengerjaan menyentuh angka 25%.

"Targetnya akhir puasa sekitar 30%," ungkapnya.
 
Keberadaan jalan bawah tanah ini nanti diharap mampu mengurai kepadatan arus lalu lintas di perlintasan Jalan Kaliurang dan Jalan Pajajaran. Rencana panjang jalan bawah tanah itu yakni 540 meter dan bagian yang tertutup sepanjang 180 meter. Adapun jalan tersebut bisa dilalui dua jalur dengan empat lajur di jalur cepat.
 
Proyek itu mulai dijalankan 14 Januari 2019 dan ditarget kelar pada akhir tahun ini. Biaya proyek ini dianggarkan sebesar Rp126 miliar. (Medcom/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya