Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
GABUNGAN Mahasiswa Manggarai Barat (GMMB) Bali mendesak Kementerian Pariwisata membatalkan rencana wisata halal di Labuan Bajo menyusul wacana yang mengemuka belakangan ini di media massa.
Menurut GMMB Bali, masuknya konsep wisata halal di Manggarai Barat (Mabar) akan menggeser kearifan lokal dan mempersempit nilai jual budata dan kekayaan alam lainnya yang merupakan aset pariwisata Mabar selama ini. Selain itu, konsep ini akan mencederai Kebinekaan yang selama ini terjalin harmonis di kalangan masyarakat.
"Masuknya konsep wisata halal di Manggarai Barat akan meneggeser kearifan budaya lokal, dengan masuknya konsep wisata halal yang diwacanakan ini akan mempersempit nilai jual budaya dan kekayaan alam lainnya yang merupakan aset pariwisata lokal Mabar selama ini. Konsep wisata halal akan mencederai kebinekaan yang selama ini terjalin harmonis di kalangan masyarakat Mabar, untuk itu kami desak Kemenpar membatalkan wacana tersebut," kata Ketua GMMB Bali, Benyamin Jumantri Ngampu, di Bali, Sabtu (11/5).
Selain meminta membatalkan progran wisata halal, GMMB Bali juga mendesak Kemenpar mengganti Direksi Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo-Flores sebab telah menimbulkan polemik dan kontroversi di tengah masyarakat.
"Kami juga mendesak Kemenpar agar mereposisi Direksi BOP Labuan Bajo-Flores karena menimbulkan polemik dan kontroversi di masyarakat," ujar Jumantri.
Desakan serupa sebelumnya disampaikan Kesatuan Mahasiswa Pelajar Komodo (KMPK) Kupang turut perihatin dengan polemik BOP Labuan Bajo-Flores.
Ketua KMPK Kupang, Kornelis Arselus Diri, mengaku mengikuti terus perkembangan polemik yang mengemuka saat ini baik di media massa maupun di media sosial.
"Sebagai Ketua KMPK Kupang saya merasa perihatin dengan polemik terkait BOP Labuan Bajo-Flores. Saya juga mengikuti terus perkembangan polemik ini baik di media massa maupun di media sosial karena ramai sekali," kata pria yang biasa disapa Nelis ini, Jumat (10/5).
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini mendesak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) segera mengambil langkah-langkah termasuk mereposisi Direksi Badan Otorita Pelaksana yang saat ini menuai polemik dan kontroversi di tengah masyarakat.
Baca juga: Jokowi-Ma'ruf Menang 88,57% di NTT
"Untuk menghindari polemik berkepanjangan KMPK Kupang mendesak Kementerian Pariwisata agar segera mengambil langkah-langkah termasuk segera reposisi Direksi Badan Otorita Pelaksana saat karena sudah menuai polemik dan kontroversi di tengah masyarakat NTT," ujarnya.
Desakan senada juga disuarakan Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT), Jakarta yang mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Direksi Badan Otorita Pelaksana (BOP) Labuan Bajo-Flores.
Desakan ini disampaikan Garda NTT-Jakarta menyusul mengemukanya reaksi penolakan masyarakat terhadap Direksi BOP yang dinilai menimbulkan kontroversi.
"Garda NTT-Jakaeta meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk melakukan restrukturisasi kepengurusan Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores dan mengganti Dirut BOP Shana Fatina karena menimbulkan kontroversi dan keresahan di tengah masyarakat," kata Ketua Umum Garda NTT-Jakarta, Wilfrid Yons Ebit, melalui surat resmi yang ditandatangani Sekjen, Marlin Bato, Kamis (9/5).
Garda NTT-Jakarta juga mempertanyakan dan meminta klarifikasi proses recruitment struktur kepengurusan Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores sebab menurut informasi yang yang berkembang, proses recruitment struktur kepengurusan khususnya Direktur Utama BOP Shana Fatina diduga kental bernuansa KKN dan tidak melalui seleksi berjenjang, uji kelayakan dan kepatutan.
"Garda NTT mempertanyakan dan meminta klarifikasi proses recruitment struktur kepengurusan Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores sebab menurut informasi yang kami terima, proses recruitment struktur kepengurusan khususnya Direktur Utama BOP Shana Fatina yang diduga kental bernuansa KKN dan tidak melalui seleksi berjenjang, uji kelayakan dan kepatutan," jelas Ebit.
Selain mendesak Presiden mencopot Direksi BOP, Garda NTT-Jakarta juga secara tegas menolak label 'wisata halal' yang disosialisasikan Direktur Utama BOP Shana Fatina pada 30 April 2019 di Labuan Bajo.
"Menurut kami label wisata halal tidak sesuai dengan semangat toleransi, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan identitas budaya lokal masyarakat Flores," tegas Ebit. (RO/OL-1)
Kunjungan wisatawan NTT naik 30%! Palapa Ring Timur untuk dukung konektivitas Kupang-Waingapu-Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster ungkap dampak konflik Timur Tengah. Kunjungan wisman turun 800 orang/hari & 35 penerbangan di Bandara Ngurah Rai batal. Cek detailnya.
Sekretaris Jenderal United Nations (UN) Tourism Shaikha Al Nuwais menegaskan korelasi erat antara pariwisata dengan perdamaian.
Bima Arya mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang harus terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar pembangunan berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
Pelni Hadir pada Pameran Pariwisata Bangga Berwisata di Indonesia
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
ABB di Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama Happy Hearts Indonesia (HHI) melalui program “Water for All”.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengawal proses pemulangan 13 korban dugaan TPPO asal Jabar yang ditemukan di Kabupaten Sikka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved