Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Jokowi Targetkan Kemenangan Minimal 70% di Kalteng

Sri Suryanti
08/4/2019 21:15
Jokowi Targetkan Kemenangan Minimal 70% di Kalteng
Presiden Joko Widodo (tengah) berjalan usai meresmikan Terminal Baru Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

CALON Presiden petahana Joko Widodo menargetkan kemenangan besar di Kalimantan Tengah dalam Pemilihan Umum Presiden mendatang. Tak tanggung-tanggung ia menargetkan kemenangan minimal 70% di Kalteng.

Target itu diungkapkan Jokowi saat kampanye akbar di hadapan sekitar 5 ribu simpatisan yang memadati Kalawa Convention Center, Palangka Raya, Senin (8/4) malam.

Dalam acara yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB itu, Jokowi menjelaskan, saat ia maju sebagai calon Presiden bersama Jusuf Kalla pada 2014 lalu angka kemenangan di Kalteng mencapai 59%. Namun, untuk Pilpres 2019 ini ditargetkan minimal 70% di Kalteng.

Menurut Jokowi nanti saat Pilpres pada 17 April sore ia akan menelepon Ketua Tim Kampanye Daerah Kalteng untuk tanya berapa persen hasilnya.

"Awas ya kalau gak dapat," ujarnya berseloroh.


Baca juga: Menhan Minta Ulama Jaga NKRI dari Upaya Ganti Pancasila


Di bagian lain, Jokowi juga meminta agar jikalau ada isu dan fitnah yang meresahkan tentang dirinya harus diluruskan. Misalnya Jokowi dikatakan kalau terpilih akan menghapus pendidikan agama. Selain itu, ia difitnah akan melarang azan diperdengarkan.

"Itu jelas gak mungkin, Kiai Ma'ruf Amin itu Ketua MUI, jadi gak mungkin," ujarnya.

Sebelumnya, sebagai Presiden RI, Jokowi sekitar pukul 16.30 WIB meresmikan penggunaan Terminal Baru Bandara Cilik Riwut Palangka Raya Kalteng.

Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Wakil Gubernur Said Ismail, dan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, usai penandatanganan prasasti, menjelaskan, Bandara Cilik Riwut yang semula memiliki luas hanya 5 ribu meter persegi, saat ini diperluas menjadi 29 ribu meter persegi atau 6 kali lipat. Dan kini termasuk terbesar dan Indonesia.

Untuk pembangunan bandara yang lokasinya di pusat Kota Palangkaraya itu dibutuhkan waktu 4,5 tahun dan anggaran mencapai Rp700 miliar dari APBN. Adapun pembangunanya meliputi taxiway dan perpanjangan landasan pacu.

"Diiharapkan bandara ini jadi sebuah motor pertumbuhan perkenomian  di Kalteng," pungkas Jokowi. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya