Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Sumatra Utara Ivan Iskandar Batubara mengungkapkan, dari berbagai hasil survei, terjadi peningkatan elektablitas pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, termasuk di Sumatra Utara.
Karena itu, dia yakin provinsinya akan menjadi tulang punggung pemenangan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01 itu di Pulau Sumatra.
"Sebelumnya, hasil-hasil survei mengatakan semua daerah dimenangkan 01 kecuali di Sumatra. Tetapi sekarang ini selisih tipis di Sumatra akan dapat dimenangkan di Sumatra Utara," ujarnya seusai kampanye tertutup yang dihadiri Jokowi di GOR Gedung Serba Guna, Jl Willem Iskandar, Medan, Jumat (5/4) malam.
Hasil-hasil survei tersebut, lanjut Ivan, menjadi peringatan kepada TKD dan para relawan untuk tidak lengah dan hasil survei yang menyimpulkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Sumut juga mengindikasikan masyarakat di provinsi ini sudah lebih cerdas.
Apalagi, saat ini, Jokowi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Sumatra Utara karena sudah memiliki cucu perempuan yang bermarga (boru) Nasution.
Baca juga: Jokowi Targetkan Raih 65% Lebih Suara di Sumut
Jokowi juga bagian dari masyarakat Melayu Deli karena sudah ditabalkan oleh kesultanan menyandang gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri.
Kekalahan yang berpotensi terjadi di Aceh dan Sumatra Barat, menurutnya, akan dapat ditutupi Sumatra Utara.
Adapun peningkatan perolehan suara menjadi lebih dari 65% seperti yang diinginkan Jokowi, menurut Ivan, memang sudah menjadi target minimum TKD Sumut.
"Target yang dibebankan kepada kami adalah 70%," ujar Ivan.
Sebelumnya, saat kampanye tertutup, Jokowi mengatakan pada Pemilu 2014 lalu ia dan pasangannya, Jusuf Kalla memeroleh 55% suara di Sumut. Karena itu, pada Pemilu 2019 Jokowi menginginkan agar tim kampanye daerah dan para relawan mendorong peningkatan perolehan suara. Ia meminta perolehan suara bisa ditingkatkan lebih dari 65% suara.
Selain itu, Ivan juga yakin perolehan suara dapat pula dimenangkan di wilayah pantai timur Sumut. Hal itu karena hampir seluruh daerah di provinsi ini dihuni masyarakat yang heterogen, termasuk wilayah Pantai Timur.
Tinggal bagaimana mendorong informasi yang benar kepada masyarakat mengenai berbagai pembangunan yang sudah dilakukan Jokowi pada periode pertama kepemimpinannya selama ini.
"Setelah kami lakukan pendekatan-pendekatan trennya (dukungan kepada Jokowi) di Pantai Timur sekarang meningkat," kata dia.
Malah, lanjut Ivan, agenda kampanye yang saat ini dilakukan TKD baik di Pantai Barat maupun Pantai Timur bukan lagi untuk menggalang dukungan. Namun bagaimana agar masyarakat semaksimal mungkin datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.
"Tidak ada gunanya survei-survei tersebut tanpa partisipasi masyarakat mencoblos di TPS. Itu penting," pungkasnya. (OL-2)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
KETUA Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengaku terpukau melihat ratusan mobil berbalut atribut partai menyambutnya jelang Rakernas PSI 2026.
Ahok mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan subsidi energi yang selama ini diterapkan pemerintah.
Ahok membongkar potensi keuntungan jumbo yang menguap akibat tidak dijalankannya transformasi sistem subsidi energi.
Ahok secara blak-blakan mengaku pernah memberikan pilihan sulit kepada Jokowi: "Berikan jabatan Direktur Utama (Dirut) atau tidak sama sekali."
Ahok mengungkap sejumlah temuan penyimpangan selama dirinya menjabat sebagai Dewan Komisaris Pertamina.
Akankah perlawanan Roy Suryo cs akhirnya bakal kandas nanti?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved