Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali menggelar Sekolah Lapangan Iklim (SLI) Tahap III di Kelurahan Kolhua, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (2/4).
Sekolah Lapang Iklim berlangsung selama 120 hari dengan 12 kali pertemuan, diikuti 25 petani dari kelompok Kompas Tani yang merupakan warga setempat. Pengajar sekolah lapang iklim berasal dari penyuluh dan fasilitator.
Deputi Klimatologi BMKG Herizal mengatakan salah satu tujuan SLI adalah mendukung ketahanan pangan masyarakat petani. Karena itu, petani yang menjadi peserta sekolah lapang iklim diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap informasi kehidupan yang berkaitan dengan iklim. Sehingga dampak negatif berupa gagal panen atau penurunan produktivitas petani dapat dihindari.
"Peningkatan produktivitas pertanian tentu tidak lepas dari masalah iklim. Jika masalah bibit dan lahan dapat dilakukan melalui rekayasa, maka masalah iklim yang menjadi faktor pembatas hanya bisa diketahui dan dianalisa lewat ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Herizal saat menyampaikan sambutan pada kegiatan tersebut.
Bahkan, saat ini SLI sudah dipelajari dua negara yakni Timor Leste dan Pakistan untuk diterapkan di negara mereka.
"Timor Leste dan Pakistan meminta kita mengajari mereka," imbuhnya.
Baca juga: Tingkatkan Produksi Pangan, BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim
Herizal pun menyebut ada tiga komponen saling berkaitan dalam mendukung ketahanan pangan, yakni bibit, lahan dan iklim. Persoalan bibit dan lahan sudah bisa direkayasan, sementara iklim masih belum bisa.
"Iklim memang jadi faktor pembatas, yang hanya bisa kita kenali dan analisa lewat ilmu pengetahuan dan teknologi," tambah Herizal.
Akan tetapi, tambahan pengetahuan kepada para petani soal iklim diyakini mampu meningkatan produktivitas pertanian.
"Itulah sebabnya, sekolah lapang seperti ini akan terus kita tingkatkan," ungkapnya.
Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis yang hadir pada pembukaan SLI Tahap III menyambut baik kegiatan sekolah lapang yang mengikutsertakan petani secara langsung di lapangan.
"Saya apresiasi BMKG yang secara rutin melaksanakan program sekolah lapangan semacam ini. Tentunya kita berharap, para petani akan bertambah pengetahuannya tentang bagaimana mengenali siklus iklim. Dengan demikian, akan ada revolusi di tingkat petani, dengan bertambahnya pengetahuan mereka tentang iklim," kata wakil rakyat asal Dapil NTT II ini.
Fary Francis menambahkan intervensi pemerintah melalui BMKG dalam memberikan tambahan pengetahuan tentang iklim kepada para petani, tidak bermaksud menghilangkan local wisdom (kearifan lokal) yang menjadi kebiasaan selama ini. Namun, pengetahuan tentang iklim berbasis ilmu pengetahun dan teknologi akan makin memperkuat dan menambah wawasan serta pengetahun petani terhadap iklim.
Fary Francis meminta para petani peserta sekolah lapangan iklim agar mengikuti kegiatan secara baik, sehingga dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada petani lain. Harapannya, peningkatan produktivitas pertanian dapat diwujudkan. Di NTT, SLI yang merupakan program andalan BMKG digelar sejak 2010 di Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan.(OL-5)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.
Keberhasilan ini kian lengkap dengan torehan sejarah pada cadangan beras pemerintah yang kini menyentuh level tertinggi sejak Indonesia merdeka.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan mangan pada terong dilaporkan meningkat setelah dibakar.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menggelar rapat terbatas (ratas) untuk merumuskan langkah pengendalian harga yang efektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved