Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Jusuf Kalla dipastikan menghadiri kampanye terbuka Calon Presiden 01, Joko Widodo, di Lapangan Karebosi Makassar, Minggu (31/3).
Jokowi rencananya, bakal berorasi di hadapan masyarakat relawan pendukung di Makassar. Tim Kampanye Daerah menargetkan kegiatan dihadiri setidaknya 100 ribu orang.
"Pak JK tetap ada, akan hadir bersama tim kampanye nasional dan ketua partai pengusung," kata panitia kampanye di Makassar, Mallapiang, Jumat (29/3).
Menurutnya, kampanye di Makassar bakal dihadiri oleh tokoh elite koalisi partai politik pengusung Jokowi-Amin.
Sejauh ini, menurut dia, ada tiga ketua umum parpol yang dikonfirmasi bakal hadir. Yaitu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Baca juga: Ini Kata Jusuf Kalla terkait Pamflet 'Say No To Jokowi-Ma'ruf'
"Panitia tengah menunggu konfirmasi kehadiran ketua umum partai lain, seperti PKB, PPP, PKPI, Perindo, dan PSI. Di samping itu juga tengah dirampungkan berbagai persiapan, seperti jadwal final susunan acara saat kampanye. Sekarang posisinya pimpinan partai di daerah mengomunikasikan dengan pengurus di pusat. Tapi hampir semua ketua parpol pengusung akan hadir, karena memang kampanye di Sulsel berencana menghadirkan massa yang wow," ungkap Mallapiang.
Jusuf Kalla sendiri, rencananya akan berada di Makassar selama dua hari. Selain menghadiri kampanye Jokowi di sela kunjungannya selama dua hari di Makassar, Kalla bakal menjalankan sejumlah agenda pribadi maupun sebagai Wapres.
Rencananya, Kalla juga akan bersilaturahim dengan tokoh masyarakat Sulsel pada konsolidasi yang digelar Jenggala Center di Hotel Claro.
Direktur Eksekutif Jenggala Center Syamsuddin Radjab mengatakan,silaturahim akan dihadiri sekitar 1.500 tokoh masyarakat lintas bidang.
"Kegiatan ini memang menjadi kegiatan utama pak JK di Sulsel," sebut Radjab, yang juga akan dihadiri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. (X-15)
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Megawati Soekarnoputri menerima gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU) di Riyadh, Arab Saudi, Senin (9/2) waktu setempat.
Indonesia yang timpang dan terbelah terjadi akibat eksploitasi sumber kekayaan alam yang tak pernah terdistribusikan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan
Megawati saat ini berstatus tanpa klub setelah mengakhiri kontraknya dengan kesepakatan dua pihak bersama klub terakhirnya, Manisa BBSK
Megawati mengakui bahwa peta kekuatan bola voli di Asia Tenggara masih menempatkan tim tuan rumah, Thailand, sebagai kekuatan yang paling sulit untuk ditaklukkan.
Dari tujuh presiden Indonesia, lima di antaranya pernah berpidato di Sidang Umum PBB, yakni Soekarno, Soeharto, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved