Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
JALUR Lintas tengah yang menghubungi Kota Lubuk Linggau, Provinsi Sumatra Selatan - Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, tertimbun longsor pada Kamis (7/3) pagi.
Material longsor menutup jalur lintas tengah yang menghubungi Kota Lubuk Linggau, Sumatra Selatan - Bengkulu, di Desa IV Suka Menanti, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang, Basir mengatakan, longsor yang terjadi terjadi pada Rabu pagi dan mengakibat material longsor menutupi di Desa IV Suka Mananti, Kecamatan Sindang Dataran.
"Material longsor masoh menutup jalur tersebut dan saat ini masih diupayakan pembersihan material longsor menggunakan alat berat," katanya.
Setelah menerima laporan dari warga seyempat, lanjut dia, tim dari BPBD Rejang Lebong, langsung turun ke lokasi dengan membawa berat untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan.
Baca juga: Wilayah Jatim masih Diguyur Hujan Intensitas Tinggi
Saat ini, material longsor tersebut segera diatasi sehingga akses jalan bisa segera dilalui masyarakat.
"Longsor yang terjadi karena curah hujan tinggi di kawasan tersebut sejak beberapa hari terakhir," imbuhnya.
Ujang, 36, supir travel rute Bengkulu-Kota Lubuk Linggau, Sumatra Selatan di Bengkulu, mengatakan, jalur lintas tengah selama sepekan terakhir sudah sebanyak dua kali terjadi longsor.
"Longsor yang terjadi di jalur lintas tengah yang menghubungkan Sumatra Selatan menuju Bengkulu, sudah dua kali terjadi longsor selama sepekan terakhir," katanya.
Sebelumnya, lanjut dia, longsor terjadi di Kecamatan Sindang Dataran dan Sindang Kelingi, karena jalur ini berada didaerah perbukitan dan tingginya curah hujan. (OL-3)
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Longsor dipicu oleh meningkatnya curah hujan yang terjadi sejak pagi hingga sore hari pada Senin (22/1) sekitar pukul 16.30 WITA, yang menyebabkan dua orang warga tertimbun.
Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Lana, mengatakan bencana longsor terjadi pada Kamis (22/1) sekitar pukul 15.00 Wita dan menimpa rumah warga.
Sementara itu, dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di Kabupaten Manggarai Barat. Banjir dilaporkan merendam sekitar 10 hektare sawah.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Selain itu lanjut dia, segera menghubungi layanan panggilan darurat 112 agar petugas yang bersiaga dapat menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh masyarakat Kota Bengkulu.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Harga komoditas cabai merah keriting di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, masih bertahan Rp35 ribu per kilogram sejak sepekan terakhir setelah pasokan mulai normal.
RUMAH warga yang berada di empat kecamatan di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terendam banjir selama dua hari terakhir.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Bibit Siklon Tropis 93S memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 55 knot atau sekitar 74 kilometer per jam
Pada periode penyaluran 2025, lanjut dia, jumlah penerima bantuan pangan mengalami penurunan sebesar 1,3 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved