Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras dua hari berturut-turut mengakibatkan satu rumah di Kampung Cibungur RT 01/03, Dusun Tegal Panjang, Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambruk, Kamis (7/3) sekitar pukul 05.00 WIB.
Tidak ada korban luka atau korban jiwa dalam kejadian itu.
"Kondisi bangunan rumah sebetulnya sudah lapuk. Jadi, ketika terus menerus diguyur hujan deras disertai angin kencang, rumahnya ambruk," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, Kamis (7/3).
Rumah diketahui milik Dadan, 45, yang dihuni bersama istri, Noni, 35, serta anak mereka, Elsa, 5. Hasil asesmen di lapangan, kata Eka, nilai kerugian sementara ditaksir sekitar Rp5 juta.
"Penanganan sementara kami lakukan dengan cara berkoordinasi bersama pemerintahan desa setempat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Muspika Ciemas," jelas Eka.
Baca juga: Angin Puting Beliung Rusak Rumah dan Fasum di Sukabumi
Di lokasi terpisah, BPBD Kabupaten Sukabumi juga menerima laporan tanah longsor di Kampung Kabandungan RT 08/08, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, dini hari kemarin. Bencana itu mengakibatkan terancamnya dua bangunan rumah milik warga setempat.
"Rumah yang terancam milik Yusuf dan Robiah. Jumlah penghuninya sebanyak 5 jiwa," tambah Eka.
Gerusan tanah longsor memiliki panjang 8 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 6 meter. Selain dua rumah, fasilitas lain yang ikut terancam yakni bangunan masjid.
"Petugas kami sudah melakukan assemen di lapangan bersama pemerintahan desa setempat dan unsur Muspika. Dari hasil assemen, bantuan yang dibutuhkan di antaranya bronjong dan karung," pungkasnya.
Sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selama Maret diperkirakan merupakan puncak musim hujan. Eka mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
"Curah hujan diperkirakan masih akan cukup tinggi. Kami mengharapkan peran aktif masyarakat untuk melaporkan cepat setiap kali terjadi bencana sekecil apapun," tandasnya. (OL-3)
Dishub Jawa Barat pasang 14.000 lampu jalan dengan teknologi LCU jelang mudik Lebaran 2026. Tim URC siap pantau APJ untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
BMKG peringatkan potensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang di Jawa Barat pada 4-10 Maret 2026. Waspada bencana hidrometeorologi di wilayah Jabar.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk tahun 2026
SEBANYAK 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Posko itu bisa dijadikan tempat beristirahat, minum atau menggunakan toilet selama mudik lebaran 2026.
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hujan ringan hingga sedang mengguyur Jakarta sejak pagi akibat aktivitas tiga bibit siklon tropis yang memicu pembentukan awan hujan.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek hari ini. Cek jadwal dan wilayah terdampak di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved