Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah (Jateng) akan segera membentuk Santri Tanggap Bencana guna mengurangi risiko bencana, baik korban jiwa maupun kerugian materiil.
"Dalam waktu dekat kami akan membentuk Santri Tanggap Bencana di beberapa pondok pesantren sebagai salah satu solusi atas sebagian besar wilayah Jateng merupakan daerah rawan bencana alam," kata Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen di Semarang, Rabu (20/2).
Gus Yasin, sapaan akrab Wagub Jateng, menjelaskan dalam pelaksanaan pelatihan penanggulangan bencana kedepan para santri pilihan tersebut akan dilatih berbagai hal kebencanaan dari jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta tim ahli dari beberapa instansi terkait.
Baca juga: Kiai dan Santri DIY Doakan Ma'ruf Amin
Materi pelatihan meliputi deteksi dini, evakuasi hingga pengetahuan tanggap darurat, dapur umum, serta penanganan berbagai kecelakaan. Selain itu, materi pelatihan yang akan diberikan salah satunya memunguti sampah di lingkungan pondok pesantren karena salah satu penyebab banjir adalah sampah yang menyumbat sungai atau saluran air.
"Kami bekerja sama dengan BPBD mengumpulkan santri dari berbagai daerah rawan longsor, banjir, gunung berapi, dan lainnya yang selanjutnya dilatih oleh tim ahli, kemudian dilibatkan dalam penanggulangan bencana," terangnya.
Peran Santri Tanggap Bencana di penjuru Jateng sangat dibutuhkan untuk membantu sesama di bidang kebencanaan.
"Keberadaan komunitas tanggap bencana dari unsur santri ini, diharapkan bisa membangun kemandirian relawan, jalinan di lingkungan,
menumbuhkan jiwa sosial dan kepedulian santri terhadap sesama," jelasnya. (OL-7)
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
Dishub Jateng membuka posko mudik terpadu yang memantau arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui CCTV 24 jam di titik rawan macet.
BSKDN Kemendagri mengajak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) untuk memperkuat inovasi daerah melalui penyusunan policy brief
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
TIM Gegana dari Satuan Brimob Polda Jawa Tengah atau Jateng melaksanakan kegiatan disposal atau pemusnahan bahan peledak di wilayah Semarang, Minggu (22/3).
PUNCAK arus balik lebaran 2026 diprediksi akan tejadi besok 24 Maret 2026. Adapun arus balik mulai meningkat di sejumlah ruas jalur mudik di Jawa Tengah Senin (23/3),
Perayaan malam takbiran Idulfitri 1447 H di Jawa Tengah berlangsung kondusif dengan 55 titik kegiatan aman. Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan bus Trans Jateng dengan tarif Mata Uang Rupiah 4.000 untuk umum yang menjangkau beberapa titik wisata seperti Bandungan dan Baturraden.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mempersiapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol saat puncak mudik lebaran 2026.
Pada Senin (16/3) jumlah pemudik masuk ke Jawa Tengah melalui Jalan Tol Trans Jawa terus meningkat sejak Minggu (15/3), rata-rata setiap berkisar 1.400-1.900 kendaraan masuk ke Kota Semarang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved