Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Di Purwakarta, Ma'ruf Amin Sebut Peran Jokowi di Hari Santri

Reza Sunarya
16/2/2019 14:45
Di Purwakarta, Ma'ruf Amin Sebut Peran Jokowi di Hari Santri
(MI/BENNY BASTIANDY)

CALON Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menghadiri Milad dan Haul Pondok Pesantren Al-Muhajirin ke-26 serta Harlah NU ke-93 di selenggarakan di Purwakarta Jawa Barat. sabtu (16/2).  

Cawapres KH Ma'ruf Amin mengingatkan kembali lahirnya hari santri dan ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional adalah hasil peran serta Presiden Joko Widodo. 

"Penetapan hari santri ini, berkaitan dengan sejarah adanya resolusi jihad dari Hadratus Syaikh, KH Hasyim Asyari. Pada saat itu padahal kemerdekaan sudah diraih oleh Bangsa Indonesia, namun penjajah akan coba kuasai Indonesia lagi," kata KH Ma'ruf Amin.

Menurut Kiai Ma'ruf resolusi jihad inilah yang membantu membakar semangat Bung Tomo di Surabaya pada 10 November 1945. Demi menghormati resolusi jihad ini, lanjut Ma'ruf, sejak 2016 lalu setiap 22 Oktober menjadi Hari Santri Nasional. 

"Jika tak ada Presiden Jokowi maka tidak ada Hari Santri Nasional."

KH Ma'ruf Amin pun bangga pada Presiden RI, karena selama 70 tahun sebelumnya tidak ada zikir bersama di istana. Tetapi sejak kepemimpinan Joko Widodo setiap tanggal 1 Agustus sejak 2016 selalu diadakan zikir bersama.

 

Baca juga: Ini Masukan Para Pakar Soal Isu Lingkungan di Debat Kedua

 

Selain itu kata KH Ma'ruf, Presiden Jokowi ini sangat mencintai para ulama. Hal ini dibuktikan dengan pemilihan kiai sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. 

"Padahal kalau beliau mau, beliau bisa memilih politikus atau profesional. Tetapi justru beliau malah memilih ulama," Kata Kiai Ma'ruf Amin

Terkait pertanyaan masyarakat mengenai usianya yang sudah lanjut, Kiai berusia 75 tahun ini menjawabnya dengan santai. 

"Siapa bilang saya masih muda. Karena saya teringat tentang kisah Pak Tua yang masih menanam pohon. Padahal dia sudah berusia lanjut, menurut Pak Tua ini, dia menanam pohon untuk generasi berikutnya," Ungkapnya. 

KH Ma'ruf juga menyatakan, di usianya yang sudah lanjut ini, dia ingin mewaqafkan dirinya ke Nahdlatul Ulama. Seperti dengan selalu melakukan revitalisasi di Nahdlatul Ulama, atau melakukan terobosan-terobosan baru. 

"Hanya saja Allah SWT, berkehendak lain, saya diminta untuk menjadi Wakil Presiden. Mudah-mudahan saya bisa memberikan yang terbaik bagi Bangsa Indonesia," tegas Kiai. 

KH Ma'ruf Amin juga menyinggung jika ada warga Nu yang tidak memilih wakil dari NU. Kiai yakin semua warga Nu akan habis habisan untuk memenangkan pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin. 

Kemudian Cawapres mengikuti Halaqoh setelah itu ziarah ke Sempur, Plered, yaitu kunjungan ke pesantren Al-Faridiyah Sempur dan Ziarah ke makam Tubagus Ahmad Bakri atau yang dikenal dengan Mama Sempur. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya