Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

FKNU Jawa Desak PBNU Gelar Muktamar Luar Biasa

Bayu Anggoro
12/12/2025 17:58
FKNU Jawa Desak PBNU Gelar Muktamar Luar Biasa
Forum Kiai NU Jawa mendesak digelarnya muktamar luar biasa, Jumat (12/12) di Bandung.(MI/Bayu Anggoro)

Forum Kiai Nahdlatul Ulama (FKNU) Jawa mendesak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB). Desakan ini dianggap sebagai satu-satunya solusi terbaik untuk menuntaskan konflik berkepanjangan dan menyolidkan kembali organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Ketua FKNU Jawa, KH Muhammad Faris, mengatakan bahwa desakan MLB merupakan hasil kesepakatan kiai-kiai kultural dan kiai sepuh di Pulau Jawa.

"Perseteruan petinggi PBNU antara kubu KH. Yahya Cholil Staquf (Tanfidziyah) dengan kubu KH. Miftachul Akhyar (Rais Syuriyah) sudah semakin meruncing dan mustahil diperbaiki. Mereka semakin memperlihatkan egonya masing-masing," kata Faris di Bandung, Jumat (12/12).

Faris menyatakan pesimisme terhadap upaya islah yang telah dilakukan. Ia khawatir islah yang dijadwalkan menjelang muktamar biasa pada 2026 hanya akan "setengah hati" dan berpotensi menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Oleh karena itu, FKNU Jawa mengajukan syarat tegas demi memastikan proses rekonsiliasi berjalan tulus:

"Kami menolak munculnya KH. Miftachul Akhyar, KH. Yahya Cholil Staquf, dan Saifullah Yusuf dalam kepemimpinan hasil muktamar luar biasa. Ini penting untuk memastikan proses rekonsiliasi berjalan tulus dan bebas konflik kepentingan."

Faris menambahkan, permintaan penolakan ini bukan didasari sentimen personal, melainkan demi menjaga marwah jamiyyah (organisasi). Pihaknya menilai langkah paling bijak adalah memberikan ruang bagi penyegaran kepemimpinan.

Pimpinan Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, ini juga memberikan batas waktu tiga bulan ke depan. Jika MLB tidak terlaksana, FKNU Jawa memastikan akan membentuk PBNU tandingan.

Faris menyebut langkah tersebut sebagai opsi terakhir dan "ikhtiar darurat" untuk menyelamatkan NU dari stagnasi dan konflik yang mengakar.

"Ini bukan ancaman, tetapi ikhtiar darurat agar NU tidak kehilangan arah perjuangan," tegasnya. "Kami ingin NU kembali pada kekuatannya sebagai organisasi moral yang mengayomi umat." (BY/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik