Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Wonigiri tidak bisa menyepelekan potensi rawan bencana gempa bumi yang berlanjut tsunami di wilayah Pantai Selatan, terutama kawasan Paranggupito. Pasalnya wilayah itu merupakan zona merah bencana alam, dan jaraknya sangat dekat dengan Pacitan, Jatim yang selama ini sering terjadi gempa bumi tektonik.
"Peringatan pemerintah, dan terutama arahan Presiden Jokowi yang meminta pembenahan dan refisi tata ruang dan tata wilayah di seluruh pesisir, khususnya wilayah yang rawan dan berpotensi besar terjadi gempa bumi dan tsunami, menjadi perhatian serius Pemkab Wonogiri," tukas Bupati Wonogiri, Joko Sutopo kepada Media Indonesia, di ruang kerjanya, Selasa (8/1).
Ia memaparkan, upaya kaji ulang atas tata ruang dan tata wilayah Paranggupito yang memiliki garis pantai sepanjang 9 km, bukan merupakan pekerjaan mudah dan perlu anggaran besar. Akan tetapi hal itu harus dilakukan sebagai upaya menghindarkan malapetaka warganya dari bencana gempa bumi dan tsunami.
Pejabat nomor satu Pemkab Wonogiri yang akrab dipanggil Mas Jekek ini mengatakan, selain butuh biaya besar, diperlukan kajian cermat yang melibatkan banyak institusi, berikut sosialisasi kepada masyarakat.
"Harus ada edukasi kepada masyarakat, agar ada kesamaan pemahaman, dan masyarakat merasa dilibatkan di dalam penanggulangan setiap bencana yang muncul," tandas dia sekali lagi.
Ia menyadari bahwa wilayah kabupaten Wonogiri yang terdiri atas 25 kecamatan dengan ribuan desa selama ini memang memiliki potensi terdampak bencana yang tinggi.
Pada musim hujan selalu diintai banjir, longsor dan angin puting beliung, serta bencana lain. Sebaliknya pada musim kemarau, bencana kekeringan pasti mengiringi, terutama di wilayah Wonogiri selatan.
Baca juga: Jalan Raya Porong Tergenang Banjir
Karena itu, lanjut Jekek, Pemkab melalui BPBD dannjuga relawan, terus menerus melakukan sosialisasi dan gerakan mitigasi bencana. Hal ini sebagai upaya membentuk ketangguhan masyarakat di dalam menghadapi bencana, dan sekaligus pengurangan risiko bencana.
"Sudah banyak desa tangguh bencana (Destana) yang kita bentuk di Wonogiri, termasuk mendorong tiga desa yang ada di dekat Pantai Paranggupito menjadi Destana Tsunami. Desa kita berdayakan secara maksimal, sehingga semua siap melakukan antisipasi dan penanganan yang tepat saat muncul bencana yang tidak kita harapkan," tegas Bupati Joko Sutopo sekali lagi.
Pemkab Wonogiri juga tidak jemu menggelar saresehan dengan warga, untuk memberikan penyadaran bahwa bencana alam yang muncul buka semata karena faktor alam, namun juga karena human eror atau perilaku. Dengan edukasi ini, masyarakat semakin dibuat sadar untuk berbuat seimbang demi keselarasan dan keamanan lingkungan yang mereka tempati.
Seperti di wilayah DAS (daerah aliran sungai) atas yang selama ini menjadi sumber air bagi Waduk Gajah Mungkur, Pemkab terus melakukan terobosan reboisasi, dan penyetopan kegiatan galian C, agar fungsi waduk serba guna terbesar di Asia Tenggara itu tetap maksimal, dan tidak membawa bencana bagi wilayah hilir di DAS Bengawan Solo bawah. (OL-3)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ingatkan daerah siaga dini hadapi fenomena bencana tak merata, mulai dari banjir hingga karhutla jelang puncak kemarau 2026.
Sejumlah lahan pertanian rusak di Pasie Laweh, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu juga dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved