Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS daerah (Sekda) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Yan Megawandi, akan berkoordinasi ke Pihak Polda Babel sebelum melaporkan pelaku penyebar hoaks gempa dan tsunami akibat letusan anak gunung Krakatau mengatasnamakan dirinya.
Pelaku penyebar hoaks berdurasi 1 menit 34 detik itu diduga bernama Andre mengatakan mendapatkan informasi dari Sekda Provinsi. Berdasarkan data resmi dari BMKG memperkirakan bahwa gunung Krakatau akan ada letusan yang mengakibatkan gempa dalam waktu dekat.
Isu hoaks ini juga menyebutkan, belum tahu akan terjadi dalam beberapa hari ini atau beberapa minggu ke depan. Besarnya gempa di atas delapan skala richter, perlu diingat gempa di Liwa 6,5 skala richter, sedangkan ini di atas delapan.
"Artinya keluarga yang ada di dekat sekitar pantai mohon diingatkan, karena sekarang ini sekda sudah memerintahkan instansi terkait seperti badan penanggulangan bencana untuk menentukan titik-titik koordinat penyelamatan," kata Andre saat menyebar isu hoaks via WhatsApp.
Baca juga: Halmahera Selatan juga Diguncang Gempa Magnitude 5,1
Untuk itu, Sekda Babel pun membantah jika dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan demikian, pernyataan itu jelas bukan dari dirinya selaku Sekda Provinsi Babel. Yan menegaskan, berita hoaks seperti ini sangat berbahaya dan bisa merugikan banyak orang. Sementara ini belum diketahui apa maksud pelaku menyebarkan isu hoaks tersebut.
"Ini jelas salah dan membuat masyarakat gelisah dan panik," ujarnya, Sabtu (5/1).
Namun menurut Yan, sebelum melapor pelaku penyebar hoaks, ia akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Polda Babel.
"Hoaks seperti ini musuh bersama kita dan harus ditindak tegas," ungkap dia.
Menurut Sekda,rekaman suara isu hoaks itu didapatkan dari teman di Toboali. Beberapa hari lalu Wabup Basel juga menanyakan ada isu seperti ini dan langsung dibantah, sebab itu sama sekali tidak benar.
"Tapi waktu itu saya tidak mengetahui bahwa infonya dalam bentuk rekaman suara," jelas Yan. (OL-3)
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Gempa bumi tektonik yang terjadi pada Senin dini hari pukul 01.57.46 WITA di wilayah utara Sabah, Malaysia, dipastikan tidak berpotensi tsunami bagi Kalimantan Utara.
Tsunami dan megatsunami sering kali disalahpahami karena keduanya sama-sama melibatkan gelombang laut besar. Padahal, memiliki perbedaan yang sangat signifikan.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya kemungkinan terjadinya tsunami danau di kawasan Danau Maninjau.
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat laut Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, pada Selasa pukul 00.40 WIB.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Ilmuwan Kyoto University temukan mekanisme unik bagaimana aktivitas matahari memengaruhi kerak bumi melalui ionosfer. Mungkinkah badai matahari memicu gempa?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved