Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Cegah Tawuran dan Balap Liar, Polisi Perketat Aturan SOTR Selama Bulan Puasa

Golda Eksa
20/2/2026 15:45
Cegah Tawuran dan Balap Liar, Polisi Perketat Aturan SOTR Selama Bulan Puasa
Ilustrasi .(MI/Ramdani)

POLDA Metro Jaya mulai memperketat pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang bulan suci Ramadan. Perubahan ritme aktivitas masyarakat selama bulan puasa dinilai menjadi faktor utama munculnya sejumlah titik krusial kerawanan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat perlu dibarengi dengan kewaspadaan tinggi.

"Perputaran ritme pola hidup di bulan suci Ramadhan pasti akan berbeda. Artinya, ada peningkatan terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian masyarakat, tentunya juga ada titik krusial, yaitu munculnya gangguan kamtibmas," ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (20/2).

Balap Liar dan SOTR
Berdasarkan evaluasi tahunan, kepolisian menyoroti dua fenomena yang kerap memicu gangguan keamanan, yakni balap liar dan kegiatan sahur on the road (SOTR) yang tidak terorganisasi. Budi menyayangkan jika kegiatan berbagi di bulan suci justru disalahgunakan untuk hal-hal negatif.

"Harusnya, kita memberikan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi malah dijadikan untuk kumpul-kumpul, menggunakan minum-minuman keras, atau bahkan memicu terjadinya tawuran," tegasnya.

Terkait hal tersebut, Polda Metro Jaya mengimbau para orangtua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang merugikan.

Aturan Pembagian Takjil dan Konvoi
Selain SOTR, polisi juga menyoroti aspek keselamatan dalam pembagian takjil di jalan raya. Penyelenggara diminta memperhatikan lokasi pembagian agar tidak memicu kemacetan atau membahayakan nyawa.

"Tidak berbahaya bagi penerima dan pemberi takjil. Ini kan kadang-kadang ada di ruas yang jalur cepat ataupun di daerah tikungan. Nah, ini membahayakan penerima dan pemberi," tutur Budi.

Bagi komunitas, organisasi, atau korporasi yang tetap ingin melaksanakan SOTR, Polda Metro Jaya menekankan pentingnya koordinasi dan regulasi yang matang.

  •     Regulasi: Mengatur arus lalu lintas dan jumlah kendaraan.
  •     Target: Memastikan sasaran penerima bantuan sudah jelas dan terhubung.
  •     Ketertiban: "Jadi, nggak keliling secara konvoi nggak jelas," ungkapnya.

Layanan Darurat 110
Polda Metro Jaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi menjaga kondusivitas wilayah selama Ramadan. Jika menemukan potensi gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan mendesak, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat 110 yang beroperasi 24 jam. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya