Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Ogah Masuk Gorong-Gorong, Pramono: Kerja Pakai Pikiran, bukan Pencitraan

Andhika Prasetyo
09/2/2026 06:45
Ogah Masuk Gorong-Gorong, Pramono: Kerja Pakai Pikiran, bukan Pencitraan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung(Antara)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan dirinya tidak berniat masuk ke gorong-gorong saat mengikuti kerja bakti massal di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2). Menurut Pramono, dirinya dan para pimpinan lain dibesarkan dalam tradisi teknokrasi, sehingga kontribusi utama yang diberikan adalah melalui pemikiran dan pengambilan keputusan. Hal itu disampaikan Pramono sambil berseloroh kepada Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla yang berada di sampingnya saat kegiatan berlangsung.

“Tadi saya sambil bercanda dengan Pak JK. Kami ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK dan saya tidak mau masuk gorong-gorong karena yang bekerja adalah pikiran,” ujar Pramono kepada wartawan.

Pramono mengatakan dirinya sebenarnya bisa saja ikut masuk ke gorong-gorong, namun ia menilai hal tersebut justru berpotensi menjadi tontonan semata.

“Sekali-sekali Gubernur DKI masuk gorong-gorong, saya mau saja. Namun, nanti wartawan malah kaget dan menyorot itu,” kata Pramono sambil berkelakar.

Dalam kerja bakti massal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan total 171.134 personel gabungan yang melibatkan aparatur pemerintah, BUMD, masyarakat, hingga unsur perusahaan swasta.

“Kerja bakti dilaksanakan di 44 kecamatan dan 267 kelurahan. Ada partisipasi BUMD, masyarakat, perusahaan, dan lainnya. Jumlah yang terlibat secara keseluruhan 171.134 orang,” ujar Pramono.

Ia menambahkan, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Panglima Kodam Jaya dan Kapolda Metro Jaya, turut ambil bagian dalam kegiatan pembersihan pascabanjir tersebut.

“Semua Forkopimda terlibat bersama-sama. Ini juga menindaklanjuti arahan Presiden RI saat Rakornas kemarin,” kata Pramono.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa fokus utama kerja bakti massal ini adalah pengurasan dan pembersihan saluran air guna meningkatkan kapasitas drainase dan mencegah penyumbatan sampah.

Menurut Rano, upaya pembersihan lingkungan dinilai lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan fogging untuk mencegah penyakit.

Fogging belum tentu mengurangi jentik-jentik. Yang paling efektif adalah membersihkan lingkungan. Prinsip 3M (menguras, menutup, dan mengubur atau mendaur ulang) harus terus disampaikan kepada masyarakat,” ujar Rano.

Selain mengerahkan personel, Pemprov DKI Jakarta juga menurunkan 60 unit alat berat dan 144 truk pengangkut untuk menangani 66 lokasi prioritas pembersihan.

Pemprov DKI turut berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) se-DKI Jakarta. PMI memberikan dukungan berupa hampir 5.000 cangkul, 5.000 sekop, 10.000 gerobak dorong, serta 3.000 karung sampah yang didistribusikan ke lima kota administrasi. Rano pun mengajak seluruh warga Jakarta untuk terlibat aktif menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan bersama.

“Ini tidak bisa dilakukan sendiri. Harus dilakukan bersama-sama,” katanya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya