Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengaku siap untuk bersinergi dengan tim bentukan Presiden Prabowo Subianto dalam menangani persoalan banjir Jakarta dan Jabodetabek. Pramono menegaskan telah menerima arahan langsung melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) terkait kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.
Pramono memastikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengambil peran aktif, terutama dalam pendanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah penyangga Jakarta.
"Kami terima kasih dengan arahan Bapak Presiden dan melalui Pak Mensesneg memang sudah disampaikan ke saya secara langsung oleh beberapa menteri dan kami akan bekerja sama untuk itu. Termasuk mungkin daerah lain biaya untuk OMC kan pasti nggak ada sehingga dengan demikian Jakarta pasti akan berkontribusi untuk itu," ujar Pramono di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Dalam skema kerja sama tersebut, Pramono menjelaskan akan ada pembagian wilayah tugas antara Pemprov DKI Jakarta dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemprov DKI Jakarta akan fokus memimpin penanganan teknis seperti modifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek, sementara BNPB akan menangani area di luar cakupan tersebut.
"Untuk Jabodetabek, mulai dari OMC dan sebagainya, kita (Pemprov Jakarta) yang melakukan. Sementara untuk daerah lain akan ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana pusat. Jadi apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk Jakarta pasti kami jalankan, tambahnya.
Sebelumnya, Prabowo memerintahkan jajarannya untuk membuat grand design atau rancangan besar guna menyelesaikan masalah banjir di Pulau Jawa. Bahkan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Presiden Prabowo telah memerintahkan para menteri terkait untuk membuat kajiannya.
“Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisis dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, pengelolaan air di Jawa, terutama khususnya di Pulau Jawa,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Pasalnya, kata dia, persoalan banjir khususnya di Jawa menjadi masalah rutin yang berulang setiap tahun.
“Karena bagaimanapun kita sadari bahwa masalah ini adalah masalah yang rutin berulang setiap tahunnya,” katanya.
Prasetyo menambahkan, diperlukan solusi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Tentunya kita sebagai bangsa harus berpikir bagaimana bisa melakukan penanganan-penanganan yang lebih terintegrasi, penyelesaian dari hulu ke hilirnya,” katanya. (H-3)
Salah satu pedagang di sekitar lokasi, Rizal mengaku banjir telah merendam area lingkar luar Jakarta ini sejak Minggu (8/3).
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Pengamat tata kota Yayat Supriyanta menilai banjir Jakarta tidak hanya dipicu curah hujan tinggi, tetapi juga menunjukkan melemahnya sistem pengendalian banjir.
BANJIR yang berulang hampir setiap tahun itu kembali memicu sorotan berbagai pihak, salah satunya terkait minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah ibu kota pada Minggu (8/3) dipicu curah hujan ekstrem.
Temukan jawaban ilmiah mengapa Kemang dan Mampang Prapatan menjadi langganan banjir. Analisis topografi, sejarah, hingga progres normalisasi 2026.
Banjir Jabodetabek belum surut. Hingga akhir Januari 2026, 143 RT sempat terendam. Simak cara mencegah air masuk rumah saat banjir susulan.
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai potensi banjir di wilayah Jabodetabek.
Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak ada istilah untuk banjir kiriman. Ia menegaskan, banjir yang terjadi di ibu kota itu bukan karena air kiriman dari Bogor.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 7-11 Juli 2025 untuk percepatan penanganan darurat banjir di area Jakarta Raya.
Untuk penanganan banjir di Jabodetabek, BNPB melanjutkan modifikasi cuaca
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved