Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
Bagi warga Jakarta Selatan, kawasan Kemang dan Mampang Prapatan sudah lama identik dengan dua hal: gaya hidup urban yang dinamis dan banjir yang datang tiba-tiba. Namun, menyalahkan hujan intensitas tinggi sebagai satu-satunya penyebab adalah kekeliruan besar. Ada alasan teknis, historis, dan geografis yang membuat wilayah ini seolah menjadi "wadah" bagi air kiriman maupun air lokal.
Secara teknis, Kemang berada di atas struktur tanah yang menyerupai lembah atau cekungan. Jika kita melihat peta kontur Jakarta Selatan, wilayah Kemang Raya dan sekitarnya memiliki elevasi yang jauh lebih rendah dibandingkan area penyangganya seperti Kebayoran Baru atau Cilandak.
Kondisi topografi ini menciptakan apa yang disebut para ahli hidrologi sebagai The Valley Effect. Saat hujan turun, air secara alami akan mencari titik terendah. Tanpa sistem drainase yang mampu melawan gravitasi dengan pompa raksasa, Kemang akan selalu menjadi muara bagi air dari wilayah sekitarnya.
Alasan tersembunyi kedua terletak pada anatomi Kali Krukut. Sungai ini merupakan urat nadi drainase utama di Kemang, namun ia menderita fenomena bottleneck (penyempitan). Di beberapa titik di belakang kawasan komersial Kemang, lebar sungai yang seharusnya 20 meter menyusut drastis hanya menjadi 5-6 meter akibat pembangunan properti yang terlalu mepet ke bibir sungai.
Pada tahun 2026 ini, meski proyek normalisasi terus berjalan, volume air yang datang dari hulu (Depok dan Bogor) seringkali tiba di Kemang dalam waktu bersamaan dengan puncak hujan lokal, menciptakan efek benturan debit air yang memicu luapan instan.
Tiga dekade lalu, Kemang adalah hamparan hijau dengan banyak rawa kecil dan tanah terbuka. Namun, transformasi menjadi kawasan komersial elite telah mengubah 70% permukaannya menjadi beton dan aspal. Sifat beton yang kedap air (impermeable) membuat air hujan tidak lagi meresap ke dalam tanah, melainkan langsung menjadi air larian (run-off) yang memenuhi jalan raya.
Pernahkah Anda melihat air keluar dari saluran drainase menuju jalan, padahal seharusnya sebaliknya? Inilah yang disebut fenomena backwater. Karena posisi saluran air di pemukiman warga kini lebih rendah daripada permukaan Kali Krukut yang sedang meluap, air sungai justru berbalik masuk ke dalam sistem drainase kota.
Apakah tinggal di Kemang masih aman dari banjir?
Tergantung pada elevasi spesifik jalan tersebut. Kawasan Kemang Timur dan Kemang Utara IX tetap menjadi titik paling rawan. Namun, hunian dengan sistem polder mandiri kini lebih diminati.
Apa solusi permanen untuk banjir Mampang-Kemang?
Pelebaran Kali Krukut secara konsisten serta pembangunan sumur resapan dalam (deep well injection) untuk mengembalikan fungsi tanah sebagai penyerap air.
| Langkah Antisipasi | Keterangan |
|---|---|
| Pantau CCTV Cuaca | Gunakan aplikasi JAKI untuk melihat kondisi genangan secara real-time. |
| Cek Pompa Basement | Pastikan pompa pembuangan dan gate valve berfungsi normal. |
| Elevasi Barang | Letakkan barang berharga minimal 50 cm dari permukaan lantai. |
Penyelesaian banjir di Kemang dan Mampang memang membutuhkan waktu dan konsistensi kebijakan. Namun, dengan memahami alasan "tersembunyi" di balik banjir ini, masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat bekerja sama dalam mengelola tata ruang yang lebih ramah air di masa depan.
Telusuri akar masalah banjir Jakarta dari sisi geologi hingga urbanisasi. Simak analisis proyek JakTirta dan strategi mitigasi banjir di ibu kota.
Hujan deras sejak Sabtu hingga Minggu (7–8/3) memicu banjir di Jakarta. BPBD DKI mencatat 147 RT dan 19 ruas jalan terdampak.
Update banjir Jakarta Utara hari ini, Sabtu 31 Januari 2026. Kelurahan Marunda dan Kapuk Muara terendam akibat luapan kali dan curah hujan tinggi.
Gubernur Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan perpanjangan operasi modifikasi cuaca dari sebelumnya berakhir pada tanggal 23 Januari hingga tanggal 27 Januari mendatang.
Banjir setinggi 1,5 meter yang merendam pemukiman warga di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur belum terlihat tanda-tanda akan surut.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Pengamat tata kota Yayat Supriyanta menilai banjir Jakarta tidak hanya dipicu curah hujan tinggi, tetapi juga menunjukkan melemahnya sistem pengendalian banjir.
BANJIR yang berulang hampir setiap tahun itu kembali memicu sorotan berbagai pihak, salah satunya terkait minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah ibu kota pada Minggu (8/3) dipicu curah hujan ekstrem.
Telusuri akar masalah banjir Jakarta dari sisi geologi hingga urbanisasi. Simak analisis proyek JakTirta dan strategi mitigasi banjir di ibu kota.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved