Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang mengguyur ibu kota sejak Jumat malam menyisakan genangan di wilayah Jakarta Utara pada Sabtu (31/1/2026) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat setidaknya 7 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Utara masih terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 45 sentimeter.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi bahwa banjir di Jakarta Utara terkonsentrasi di dua kelurahan utama. "Penyebab utama genangan di wilayah utara adalah kombinasi curah hujan tinggi lokal serta luapan Kali Angke dan Kali Nagrak yang tidak mampu menampung debit air," jelasnya dalam keterangan tertulis pagi ini.
Dampak dari genangan ini memaksa sebagian warga untuk meninggalkan rumah mereka. Tercatat sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 40 jiwa warga Marunda telah mengungsi ke tempat yang lebih aman. BPBD DKI Jakarta bersama dinas terkait telah menyiagakan posko pengungsian dan mendistribusikan bantuan logistik dasar bagi warga terdampak.
Selain banjir akibat hujan lokal, warga pesisir Jakarta Utara juga diminta mewaspadai potensi banjir pesisir (rob). BPBD DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini terkait fase pasang air laut maksimum yang diprediksi masih akan berlangsung hingga 3 Februari 2026.
Fenomena ini berpotensi memperparah genangan di wilayah pesisir seperti Kamal Muara, Pluit, dan Ancol jika terjadi bersamaan dengan hujan lebat. Petugas Rumah Pompa di wilayah Jakarta Utara saat ini disiagakan penuh (24 jam) untuk memastikan penyedotan air berjalan optimal guna mempercepat surutnya genangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved