Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3) menyebabkan genangan meluas di berbagai kawasan ibu kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 11.00 WIB terdapat 147 RT dan 19 ruas jalan yang masih tergenang.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang merata di Jakarta serta luapan sejumlah aliran kali.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 147 RT dan 19 ruas jalan yang masih tergenang. Genangan disebabkan curah hujan tinggi serta luapan beberapa kali di sejumlah wilayah Jakarta,” ujar Isnawa dalam keterangan, Minggu (8/3).
Isnawa merinci jumlah RT terdampak di setiap wilayah:
Jakarta Timur: 60 RT
Jakarta Selatan: 56 RT
Jakarta Barat: 31 RT
Beberapa kelurahan terdampak di Jakarta Barat meliputi:
Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Sukabumi Selatan, Joglo, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara. Tinggi air berkisar 20–100 cm.
Wilayah terdampak antara lain Petogogan (39 RT), Cilandak Barat, Cipete Utara, Cipulir, Pela Mampang, Duren Tiga, Cilandak Timur, Pejaten Barat, dan Ulujami. Ketinggian air mencapai 170 cm, dipicu hujan deras dan luapan Kali Krukut, Kali Mampang, Kali Pesanggrahan, serta saluran penghubung (PHB).
Kawasan terdampak meliputi Kampung Melayu, Cawang, Bidara Cina, Cililitan, Pondok Bambu, Kampung Rambutan, hingga Halim Perdana Kusuma. Ketinggian air bervariasi 25–160 cm, dipengaruhi curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung maupun Kali Sunter.
Selain permukiman, genangan terjadi di 19 ruas jalan, antara lain: Jalan Daan Mogot, Jalan Kapten Pierre Tendean, Jalan Cileduk Raya, Jalan Swadarma Raya, Jalan Bendungan Hilir, dan Jalan Kramat Raya.
Di Kelurahan Pejaten Barat, 72 jiwa dari 46 kepala keluarga mengungsi di Mushola Al Inayah. BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel ke lokasi genangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
“BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan serta mengoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal,” kata Isnawa.
BPBD juga bekerja sama dengan lurah dan camat setempat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, dengan target genangan dapat surut dalam waktu cepat.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan susulan akibat hujan yang masih berpotensi terjadi. Dalam kondisi darurat, warga dapat menghubungi layanan 112, yang beroperasi 24 jam dan bebas pulsa. (Far/I-1)
Temukan jawaban ilmiah mengapa Kemang dan Mampang Prapatan menjadi langganan banjir. Analisis topografi, sejarah, hingga progres normalisasi 2026.
Telusuri akar masalah banjir Jakarta dari sisi geologi hingga urbanisasi. Simak analisis proyek JakTirta dan strategi mitigasi banjir di ibu kota.
Update banjir Jakarta Utara hari ini, Sabtu 31 Januari 2026. Kelurahan Marunda dan Kapuk Muara terendam akibat luapan kali dan curah hujan tinggi.
Gubernur Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan perpanjangan operasi modifikasi cuaca dari sebelumnya berakhir pada tanggal 23 Januari hingga tanggal 27 Januari mendatang.
Banjir setinggi 1,5 meter yang merendam pemukiman warga di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur belum terlihat tanda-tanda akan surut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved