Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap keberadaan clandestine lab atau laboratorium ilegal produksi tembakau sintetis di kawasan Jakarta Barat. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan satu orang tersangka beserta barang bukti senilai miliaran rupiah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa penggerebekan dilakukan pada Kamis dini hari di sebuah rumah di kawasan Kedoya.
"Pengungkapan dilakukan pada Kamis, 22 Januari 2026 sekitar pukul 02.45 WIB di sebuah rumah di Jalan Kedoya Raya Blok 72 Nomor 05, Kelurahan Kedoya, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat," ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/1).
Industri Rumahan Ilegal
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang pria berinisial V, 25. Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
Budi menjelaskan bahwa keberhasilan ini bermula dari laporan warga. "Kasus ini terungkap berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan peredaran tembakau sintetis di wilayah Jakarta Barat," tuturnya.
Setelah melakukan penyelidikan intensif, petugas mengamankan tersangka beserta berbagai barang bukti yang disembunyikan. Dalam penggerebekan itu, petugas menyita:
"Selain itu 5 gelas takar berbagai ukuran, satu botol aseton, satu unit telepon genggam, serta bahan-bahan sintetis yang belum jadi," tambah Budi.
Omzet Rp7,2 Miliar
Kanit 1 Subdirektorat (Subdit) 1 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya AK Daniel, menambahkan bahwa laboratorium ini memiliki kapasitas produksi yang signifikan. Berdasarkan hasil penyelidikan, tempat tersebut mampu menghasilkan hingga 10.000 gram tembakau sintetis dengan nilai estimasi Rp5 miliar.
Pihak kepolisian juga mengungkap bahwa aktivitas ilegal ini telah berlangsung cukup lama, yakni sejak April 2024.
"Tersangka sudah beroperasi sejak April 2024 hingga Januari 2026 dan telah menjual dengan total nilai penjualan sebesar 7,2 miliar rupiah," ungkap Daniel.
Saat ini, tersangka V beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum dan penyidikan lebih lanjut guna membongkar jaringan distribusi di atasnya. (Ant/P-2)
DITRESNARKOBA Polda Metro Jaya membongkar sebuah home industri tembakau sintetis di Jakarta Utara. Sebanyak 1,1 kilogram tembakau sintetis berhasil disita.
BNN juga mengingatkan target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun).
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved