Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan langkah mitigasi bencana di Ibu Kota terus diperkuat guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 22 Januari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menegaskan bahwa perpanjangan masa operasi ini dilakukan untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. "Modifikasi cuaca akan terus berlanjut sampai dengan tanggal 22 Januari," ujar Isnawa melalui keterangannya, Senin (19/1).
Isnawa menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru. BPBD DKI terus menjalin koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). "Sambil kami terus pantau prediksi cuaca dari BMKG," ucap Isnawa.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa operasi ini merupakan hasil kolaborasi tim terpadu yang melibatkan berbagai instansi teknis dan pertahanan. Tim tersebut saat ini berpusat di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma. "Karena BPBD, BMKG, BRIN, AU sudah jadi 1 tim di Lanud Halim membahas kesiapan OMC," kata Isnawa.
Fokus Mitigasi dan Edukasi
Selain intervensi teknologi melalui modifikasi cuaca, BPBD DKI Jakarta juga memprioritaskan aspek perlindungan warga. Edukasi publik menjadi kunci agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan tinggi menghadapi ancaman banjir.
"BPBD lebih kepada mitigasi bencana, mengedukasi warga untuk berhati-hati menghadapi cuaca ekstrim, melakukan pencegahan dengan OMC dan pertolongan bagi warga terdampak bencana," jelasnya.
Sebagai bentuk pelayanan cepat tanggap, BPBD mengingatkan warga untuk memanfaatkan kanal pengaduan resmi jika terjadi situasi darurat di lingkungan masing-masing. "BPBD punya layanan kedaruratan 112 yang bisa dihubungi 24 jam bebas pulsa," pungkas Isnawa. (Far/P-2)
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Selain itu lanjut dia, segera menghubungi layanan panggilan darurat 112 agar petugas yang bersiaga dapat menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh masyarakat Kota Bengkulu.
Bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan Selatan sejak Desember 2025 lalu menyebabkan terpuruknya perekonomian warga.
Genangan banjir masih terjadi di enam Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Utara hingga Selasa siang, sebagai dampak hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Senin (12/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved