Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, menyatakan rasa syukurnya atas ketegasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung terkait penataan infrastruktur ibu kota. Penantian panjang untuk membersihkan tiang monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said kini mendapatkan kepastian hukum dan eksekusi.
“Jujur saja hari ini hati saya itu lega sekali dengan adanya kepastian yang dicanangkan oleh Pak Gubernur Pramono,” ujar Sutiyoso saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (14/1).
Tokoh yang akrab disapa Bang Yos ini mengenang bahwa gagasan pembangunan monorel bermula pada 2003 silam. Saat itu, ia merancang jaringan transportasi makro Jakarta bersama para pakar transportasi dari berbagai universitas sebagai solusi kemacetan.
Kilas Balik Pola Transportasi Makro
Sutiyoso menjelaskan, rancangan tersebut disusun setelah melakukan studi banding ke sejumlah negara, termasuk Bogota, Kolombia. Dari kajian mendalam tersebut, lahir konsep empat moda transportasi utama yang terintegrasi: MRT bawah tanah, monorel, busway, dan waterway.
Namun, pemulihan ekonomi pascakerusuhan Mei 1998 sempat menghambat minat investor. Kondisi itu membuat Pemprov DKI saat itu mendahulukan pembangunan busway (Trans-Jakarta) yang tidak terlalu bergantung pada investasi asing.
“Namun, pembangunan monorel tetap dicanangkan berjalan paralel dan pada 2004 diresmikan langsung oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dengan skema investasi dari Tiongkok,” kenang Sutiyoso.
Keputusan yang Tepat
Sayangnya, proyek ambisius tersebut tidak berlanjut setelah masa jabatan Sutiyoso berakhir pada 2007. Puluhan tiang beton yang terlanjur berdiri akhirnya mangkrak selama belasan tahun, berubah menjadi besi tua, dan merusak estetika tata kota di jantung Jakarta Selatan.
Melihat realita tersebut, Sutiyoso menekankan pentingnya keberanian seorang pemimpin untuk mengambil langkah final. Baginya, kebuntuan status proyek tersebut harus diakhiri demi kebaikan kota.
“Kepastian inilah yang diberikan oleh Pak Gubernur Pramono dan itu adalah keputusan yang paling tepat,” pungkas Sutiyoso. (Far/P-2)
Pemprov DKI tegas melarang sweeping rumah makan oleh ormas selama Ramadhan. Gubernur Pramono Anung ingin Jakarta tetap damai dan harmonis.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima 3.922 Sertifikat Hak Pakai atas tanah aset milik daerah dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
PEMERINTAH Kota Administrasi Jakarta Selatan mengungkapkan bahwa pembangunan Taman Bendera Pusaka telah mencapai 80 persen menjelang peresmiannya yang dijadwalkan pada bulan ini
Gubernur DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mencegah praktik gadai KJP dan memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran.
Fasilitas publik seluas 2,2 hektare tersebut diproyeksikan tidak hanya sebagai paru-paru kota, tetapi juga pusat interaksi sosial dan olahraga bagi warga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui perbaikan jalan berlubang di Ibu Kota belum optimal karena keterbatasan jumlah PJLP di Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp102 miliar untuk penataan lanjutan kawasan Jalan Rasuna Said, mencakup jalan, trotoar, saluran, PJU, dan fasilitas pendukung.
Proyek Monorel Jakarta merupakan salah satu proyek transportasi publik paling kontroversial dalam sejarah pembangunan Ibu Kota.
Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada hari ini, Rabu (14/1).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran Rp100 miliar untuk melakukan pembenahan terhadap tiang monorel mangkrak di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved