Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Dibongkar, Pemprov DKI Targetkan Kelar September

Mohamad Farhan Zhuhri
14/1/2026 11:31
Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Dibongkar, Pemprov DKI Targetkan Kelar September
Petugas membongkar besi tiang monorel mangkrak di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/1) .(MI/Mohamad Farhan Zhuhri)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan proyek pembongkaran tiang monorel yang mangkrak serta penataan menyeluruh Jalan HR Rasuna Said rampung pada September mendatang. Penataan ini mencakup perbaikan badan jalan, trotoar, hingga revitalisasi sistem drainase secara komprehensif.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengungkapkan bahwa jadwal pekerjaan infrastruktur tersebut telah disusun secara sistematis hingga bulan kesembilan tahun ini. Meski demikian, pihaknya tetap mengupayakan efisiensi waktu di lapangan.

"Untuk penataan jalan dan trotoar secara keseluruhan itu kita schedule-kan sampai di September. Tapi ya kami upayakan kalau memang bisa dipercepat, akan kami lakukan percepatan," kata Heru di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1).

Revitalisasi Drainase Cegah Genangan
Heru menjelaskan bahwa fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar. Penataan saluran air dilakukan terintegrasi dengan perbaikan trotoar guna memastikan kawasan strategis tersebut bebas dari potensi genangan saat hujan deras.

"Tentunya kami akan melakukan penataan jalan dan trotoar, dan itu sekaligus dengan penataan drainasenya. Jadi insyaallah setelah nanti jadi semua ya, ini kalau memang ada genangan sudah teralirkan ke drainase tepi jalan," ujarnya.

Rekayasa Lalu Lintas
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memastikan tidak akan ada penutupan total pada jalur protokol Jalan Rasuna Said. Pihaknya hanya menerapkan rekayasa lalu lintas secara bertahap (staging) di lajur lambat sesuai dengan segmen pekerjaan yang sedang berjalan.

Pekerjaan berat seperti pemotongan tiang monorel direncanakan berlangsung pada malam hari untuk meminimalkan dampak kemacetan di jantung ibu kota.

"Window time-nya itu dari jam 23.00 sampai dengan pukul 05.00. Sehingga, through traffic-nya tetap bisa bergerak," ujar Syafrin.

Syafrin turut mengimbau para pengguna jalan agar tetap waspada dan tidak melambatkan kendaraan hanya untuk melihat proses pekerjaan, karena hal tersebut dapat memicu antrean kendaraan.

"Kami harapkan jangan sampai ada kendaraan yang kemudian berhenti pada saat dilakukan pekerjaan. Tetap bergerak agar lalu lintas di belakangnya tetap bergerak smooth," jelas Syafrin. (Far/P-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya