Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Hadapi Puncak Musim Hujan, Jaksel Pastikan 48 Titik Pompa Siap Beroperasi

Golda Eksa
13/1/2026 16:29
Hadapi Puncak Musim Hujan, Jaksel Pastikan 48 Titik Pompa Siap Beroperasi
Ilustrasi .(Antara)

PEMERINTAH Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) memastikan seluruh infrastruktur pengendalian banjir, khususnya mesin pompa, dalam kondisi prima menghadapi puncak musim hujan. Langkah ini dibarengi dengan aksi kerja bakti massal di 10 kecamatan guna meminimalisasi dampak genangan di wilayah terdampak.

Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar, menegaskan bahwa pengecekan telah dilakukan secara menyeluruh terhadap kesiapan pompa stasioner maupun cadangan di titik-titik rawan.

"Saya sudah cek ya, pompa-pompa di Jakarta Selatan ini dipastikan berfungsi dengan baik dan siap. Pompa cadangan juga lengkap. Artinya, ketika terjadi musibah banjir maka bisa meminimalisir dampaknya pada masyarakat," kata Anwar saat meninjau kerja bakti di Petogogan, Jakarta, Selasa (13/1).

Sinergi 10 Kecamatan
Selain kesiapan infrastruktur, Pemkot Jaksel menggerakkan jajaran di 10 kecamatan untuk melakukan kerja bakti rutin. Kegiatan yang bertajuk 'Jaga Jakarta' ini difokuskan pada pembersihan saluran air dan pengerukan sedimen lumpur.

"Jalan NIS kita kerjakan dengan berkoordinasi di 10 kecamatan pada hari ini, Jumat hingga Minggu untuk terus kita laksanakan memastikan pemerintah hadir bersama masyarakat untuk mengurangi genangan dan banjir," ucap Anwar.

Kegiatan serentak ini menyasar sejumlah titik krusial, seperti Jalan Wijaya Timur (Petogogan), Inspeksi Ciliwung (Bukit Duri), hingga Jalan Guru Amin (Duren Tiga), serta area permukiman padat di Mampang Prapatan, Cilandak, hingga Jagakarsa.

Pompa Portabel dan Apung
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo, menambahkan bahwa pihaknya telah memetakan kebutuhan pompa berdasarkan karakteristik wilayah. Untuk area yang sulit dijangkau kendaraan besar, disiapkan pompa khusus yang lebih fleksibel.

"Pompa stasioner kita ada di 48 titik, pompa portabel ada 14 unit yang bisa keliling dan kita lengkapi juga dengan pompa apung untuk area yang tidak bisa diakses pompa portabel," jelas Santo.

Langkah mitigasi ini didukung dengan alokasi anggaran pengendalian banjir Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran (TA) 2026 yang mencapai Rp3,64 triliun, serta Rp18,25 miliar yang dikhususkan bagi sistem pengendalian banjir. Sinergi anggaran dan kesiapan di lapangan diharapkan mampu menjaga Jakarta Selatan dari ancaman banjir ekstrem. (Ant/P-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik