Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG protes merespons penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh otoritas Amerika Serikat (AS) menjalar hingga ke Jakarta. Gabungan aliansi buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil mengepung Kedutaan Besar AS, Selasa (6/1), mengecam tindakan Presiden Donald Trump yang dinilai sebagai bentuk arogansi dan pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara.
Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi), Mirah Sumirat, menegaskan bahwa penangkapan kepala negara aktif oleh negara lain adalah preseden buruk dalam tatanan global. Menurutnya, tindakan Washington tidak memiliki legitimasi hukum internasional.
“Kami mengutuk keras tindakan Presiden Donald Trump yang menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya. Ini bukan sekadar penangkapan, tapi penghinaan terhadap kedaulatan sebuah bangsa, pelanggaran HAM, dan bukti bahwa AS kembali bertindak seolah polisi dunia yang bisa mengacak-acak negara lain,” tegas Mirah dalam orasinya di depan Kedubes AS.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyoroti motif ekonomi di balik manuver agresif Gedung Putih. Mirah menyebut narasi demokrasi yang dibangun AS hanyalah kedok untuk menguasai sumber daya alam Venezuela yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.
“Dugaan kami kuat, ini murni soal minyak. Trump bahkan menyatakan perusahaan AS akan mengamankan aset minyak pascapenangkapan. Jika ini murni soal demokrasi, mengapa banyak rezim otoriter lain dibiarkan? Jawabannya karena tidak ada kepentingan minyak di sana,” ungkap Mirah tajam.
Merespons situasi genting ini, aliansi massa mendesak Pemerintah Indonesia untuk tidak diam. Mereka tengah menyusun surat pernyataan resmi agar Jakarta mengambil sikap diplomatik yang tegas.
“Kami akan kirimkan surat desakan agar Pemerintah Indonesia secara resmi menolak penangkapan Presiden Maduro dan berdiri bersama Venezuela demi prinsip kedaulatan negara,” pungkasnya. (Z-10)
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Gelombang pembebasan tahanan politik di Venezuela dimulai. Sebanyak 1.557 orang ajukan amnesti, termasuk pengosongan penjara El Helicoide yang kontroversial.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Pemerintah Venezuela memperketat pengawasan pasca penangkapan Maduro. Warga kini takut bicara politik di WhatsApp dan terpaksa gunakan bahasa kode.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Putusan MK menegaskan bahwa jaksa tidak kebal hukum di Indonesia.
Ada puluhan orang terluka, yakni dari aparat kepolisian sebanyak 7 orang dan warga atau demonstran 13 orang.
Tiga nelayan asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sisanya berasal dari kabupaten tetangga, yakni Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada.
Komisi Anti Korupsi Korea Selatan sempat bentrok dengan pasukan pengawal presiden saat berupaya menangkap Presiden Yoon Suk-yeol pada Rabu (15/1) pagi waktu setempat.
Pelaku ini menyuruh teman korban untuk mandi dan setelah temannya pergi, pelaku menyuruh korban ke kloset dan memaksa untuk melakukan perbuatan asusila
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved