Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Antisipasi Super Flu, Jakarta Perkuat Mitigasi

Mohamad Farhan Zhuhri
06/1/2026 15:41
Antisipasi Super Flu, Jakarta Perkuat Mitigasi
Ilustrasi .(Freepik)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus super flu meski hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus di wilayah Ibu Kota. Langkah antisipasi ini diperketat menyusul tingginya mobilitas warga pascalibur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta masuknya puncak musim penghujan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menyatakan telah menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mempersiapkan langkah mitigasi secara komprehensif guna membentengi Jakarta dari ancaman varian baru tersebut.

"Memang sampai hari ini dari laporan yang ada di Jakarta belum ada, toh kalau ada pun kita juga harus bersiap," ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Selasa (6/1).

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, pihaknya terus membangun koordinasi intensif dengan pemerintah pusat guna memastikan kesiapan infrastruktur kesehatan di Jakarta.

"Kemarin saya juga sudah berkomunikasi dengan Bapak Menteri Kesehatan, sehingga dengan demikian Jakarta untuk mengantisipasi itu sudah kami lakukan, karena memang secara khusus saya sudah memanggil Ibu Dinas Kesehatan untuk hal yang berkaitan dengan superflu itu," bebernya.

Deteksi Dini
Kepala Dinas Kesehatan DKI Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa super flu merupakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K. Varian ini dikenal memiliki karakteristik penyebaran yang relatif lebih masif dibandingkan flu biasa.

“Disebut SuperFlu karena penyebarannya lebih cepat. Aktivitas penularannya secara global mulai meningkat sejak Agustus 2025, namun data WHO tidak menunjukkan peningkatan keparahan penyakit,” jelas Ani.

Berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) Kementerian Kesehatan per 1 Januari 2026, virus ini tercatat telah terdeteksi di delapan provinsi di Indonesia. Meskipun Jakarta masih nihil kasus, Pemprov DKI tetap menjalankan protokol kewaspadaan dini melalui sistem sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).

Sistem pengawasan ini disiagakan di lima puskesmas pada setiap kota administrasi serta satu rumah sakit rujukan. “Kami memastikan deteksi dini berjalan untuk mencegah potensi penyebaran ISPA di Jakarta,” tegas Ani.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala gangguan pernapasan, mengingat transmisi virus secara global tengah menunjukkan tren peningkatan. (Far/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik