Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pemprov DKI Siapkan Infrastruktur Pengendalian Banjir

Mohamad Farhan Zhuhri
06/1/2026 14:10
Pemprov DKI Siapkan Infrastruktur Pengendalian Banjir
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung(Antara)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemprov DKI melakukan mitigasi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, mulai dari pemantauan intensif informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga kesiapan infrastruktur pengendalian banjir.

“Pemerintah DKI Jakarta day by day selalu memonitor info dari BMKG, karena pengalaman kami akan lebih baik kalau tindakan preventif itu dilakukan,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Selasa (6/1).

Ia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir curah hujan di Jakarta sempat tergolong sangat tinggi. Namun, langkah antisipatif seperti modifikasi cuaca dan kesiapan pompa air membuat genangan dapat segera diatasi. 

"Sebenarnya kemarin beberapa kali curah hujan itu tinggi sekali, tetapi kami melakukan modifikasi cuaca, pompa kita siapkan, begitu hujan, Jakarta tidak sampai satu jam sudah kering kembali,” katanya.

Menurut Pramono, pengalaman menghadapi cuaca ekstrem sebelumnya menjadi dasar pengambilan kebijakan cepat dan terukur. 

Pihaknya tidak ragu kembali melakukan modifikasi cuaca jika kondisi atmosfer menunjukkan potensi hujan ekstrem lanjutan. 

"Jadi pengalaman-pengalaman seperti inilah yang kami lakukan dan mudah-mudahan kalau memang masih ada modifikasi cuaca yang harus dilakukan, kami akan lakukan,” ujarnya.

Selain hujan ekstrem, Pramono juga menyinggung potensi banjir rob yang sempat meningkat dalam beberapa hari terakhir. 

Meski demikian, kesiapan sistem pemompaan dinilai mampu meredam dampak signifikan di lapangan. 

"Karena memang apapun seperti dua-tiga hari yang lalu, sebenarnya rob-nya juga naik,” katanya.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta mengoperasikan sekitar 1.200 unit pompa air untuk mendukung upaya preventif. Pompa tersebut terdiri atas 600 unit stasioner dan 600 unit mobile yang disiagakan di titik-titik rawan. 

"Sekarang ada 1.200 pompa, 600 stasioner, 600 mobile, itulah yang kita gunakan untuk mengatasi tindakan preventif kalau terjadi air sedang banjir atau apapun,” tegas Pramono. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya