Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ogah Banjir Terulang, BPBD Kota Malang Susun Peta Rawan Banjir

Andhika Prasetyo
06/12/2025 20:32
Ogah Banjir Terulang, BPBD Kota Malang Susun Peta Rawan Banjir
Ilustrasi(Antara)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mulai melakukan pemetaan wilayah rawan banjir sebagai upaya memperkuat mitigasi bencana di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem. Penyusunan peta tersebut dilakukan dari tingkat kecamatan hingga lingkungan RT/RW.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, mengatakan pemetaan ini akan menjadi dasar langkah pencegahan sekaligus acuan bagi pemerintah wilayah dalam merespons potensi bencana.

“Peta rawan bencana sedang kami susun. Warga yang tinggal di area berisiko sudah kami data,” ujarnya, Sabtu (6/12).

Penyusunan peta tersebut melibatkan pejabat di tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga RT/RW untuk memberikan gambaran kondisi wilayah mereka masing-masing. Informasi itu akan dijadikan bahan analisis risiko serta perencanaan mitigasi. “Peta ini menjadi rujukan mitigasi bagi pejabat kewilayahan dan BPBD,” kata Prayitno.

Dengan adanya peta rawan bencana, pemerintah lokal diharapkan dapat lebih sigap merancang jalur evakuasi, menentukan titik kumpul, serta menyusun langkah mitigasi sosial dan struktural ketika hujan lebat terjadi.

“Jika cuaca ekstrem muncul, mereka sudah punya gambaran alur evakuasi dan mitigasinya,” lanjutnya.

Prayitno mencontohkan, pada kasus banjir, pemetaan dapat membantu menilai apakah masalah disebabkan buruknya drainase atau faktor lain. Jika sumber masalah berasal dari sistem saluran air, wilayah terkait bisa segera melakukan koordinasi teknis untuk pembenahan drainase sebagai bagian dari mitigasi struktural.

“Dengan begitu, pembangunan berikutnya dapat menempatkan perbaikan saluran air sebagai isu penting,” ujarnya.

Sebelumnya, BPBD Kota Malang mencatat 39 titik banjir terjadi pada Kamis (4/12) akibat luapan drainase. Air sempat menggenangi setidaknya 90 rumah di tiga kecamatan serta menyebabkan enam rumah rusak sedang dan sejumlah sepeda motor hanyut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik