Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMPLEKS hunian mewah di Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, mendadak menyita perhatian publik. Klaster berisi enam bangunan megah menyerupai istana itu berdiri mencolok di tengah hamparan persawahan.
Di kompleks yang oleh warga setempat dijuluki Istana Kunang itulah Bupati nonaktif Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK) tinggal. ADK telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara dugaan suap ijon proyek APBD Kabupaten Bekasi.
Penelusuran menunjukkan, ADK tinggal berdampingan dengan ayahnya, HM Kunang (HMK), Kepala Desa Sukadami, serta sejumlah anggota keluarga lainnya. HMK juga ditetapkan KPK sebagai tersangka penerima suap. Selain keduanya, KPK menetapkan Sarjan (SRJ), pengusaha lokal, sebagai pihak pemberi suap.
Pada Selasa (23/12) siang, puluhan penyidik KPK dengan iring-iringan sekitar 10 unit Toyota Innova mendatangi kompleks tersebut. Dua bangunan digeledah selama kurang lebih empat jam. Usai penggeledahan, penyidik meninggalkan lokasi sambil membawa satu unit Toyota Land Cruiser hitam bernomor polisi B 77 AAD, kendaraan yang diduga kerap digunakan ADK.
KPK mengonfirmasi penyitaan sejumlah dokumen serta satu unit mobil dari kediaman Bupati nonaktif Bekasi itu.
Keberadaan kompleks hunian tersebut memang mencolok. Dikelilingi sawah luas, enam rumah berarsitektur seragam berdiri di atas lahan besar yang dibatasi tembok putih tinggi dan pagar besi hitam.
“Bukan istana kecil, tapi besar. Ada enam rumah. Bapak dan kakak-kakaknya dijadikan satu kompleks pribadi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, kompleks itu baru dibangun sekitar dua hingga tiga tahun terakhir. Sebelumnya, keluarga Kunang tinggal di rumah lama yang lokasinya tak jauh dari area tersebut.
Meski dikenal tertutup, warga menilai keluarga Kunang cukup aktif dalam kegiatan sosial, seperti pembagian sembako, terutama saat hari besar keagamaan.
Sejak ADK dan HMK berstatus tersangka, pengamanan di sekitar kompleks diperketat. Puluhan personel Satpol PP disiagakan, sementara akses ke area hunian dibatasi secara ketat. Awak media pun dilarang mengambil gambar dari dekat, dengan alasan kawasan telah ditetapkan sebagai area steril.
Saat penggeledahan berlangsung, rumah tampak sepi tanpa aktivitas penghuni. Pintu gerbang utama dari besi hitam tertutup rapat, dijaga petugas keamanan. Di dalam kompleks, tampak beberapa gazebo, termasuk satu bergaya Jawa di bagian belakang rumah yang terlihat dari jalan.
Susunan bangunan menunjukkan tiga rumah di sisi kanan dan tiga rumah di sisi kiri, dengan gazebo berada di tengah klaster. Pepohonan rindang menambah kesan eksklusif kawasan hunian tersebut.
KPK masih mendalami aliran dana serta aset para tersangka dalam perkara dugaan suap proyek APBD Kabupaten Bekasi ini.
Tiga tersangka dalam kasus dugaan suap ijon proyek, yaitu Bupati nonaktif Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK) dan Bapaknya HM Kunang (HMK), dan pihak swasta Sarjan (SRJ).
Tim penyidik lembaga antirasuah juga memanggil dua pejabat aktif dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.
Nyumarno sedianya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK).
KPK menyatakan akan mengecek informasi adanya dugaan suap dari ayah Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang, yakni HM Kunang, kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi
KPK menanggapi pertanyaan publik soal kemungkinan adanya keterlibatan anggota DPR dalam kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved