Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

14 Ribu Jiwa Terdampak Banjir Rob di Muaragembong Bekasi

Anton Kustedja
06/12/2025 15:11
14 Ribu Jiwa Terdampak Banjir Rob di Muaragembong Bekasi
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mengunjungi wilayah terdampak banjir rob di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (6/12) malam.(Dok Pemkab Bekasi)

BANJIR rob dari pasang Laut Jawa kembali merendam permukiman warga di 5 desa se-Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan ketinggian muka air bervariasi mulai 30 sentimeter hingga mencapai 1 m.

Banjir tidak hanya merendam ribuan permukiman warga namun juga ruas-ruas jalan hingga fasilitas-fasilitas publik, menyebabkan aktivitas masyarakat pesisir itu nyaris lumpuh.

"Wilayah kami terparah, ada yang terendam sampai 1 m. Aktivitas perekonomian terdampak karena sepeda motor terendam, tidak bisa melintas. Pengiriman barang terhambat. Kalau harus kirim siang, harga sudah turun," kata warga Desa Pantai Bahagia Ahmad Fadilah, 28, di lokasi, Jumat (5/12).

Ia mengaku banjir yang menghambat akses mobilitas juga mulai mempengaruhi kesehatan warga. Banyak korban banjir mengeluh gatal-gatal hingga kutu air pada kaki akibat terlalu lama beraktivitas dalam genangan.

Warga lain, Warnata, 41, menambahkan, banjir rob turut merendam fasilitas publik. Sebanyak empat masjid di Desa Pantai Bahagia bahkan tidak dapat menggelar Salat Jumat karena masih dikepung air.

"Pada hari ini, Masjid Nurul Falah tidak ada aktivitas Salat Jumat karena terendam pasang rob dan luapan Sungai Citarum. Sudah berlangsung selama empat hari berturut-turut," kata pria yang berprofesi selaku marbot Masjid Nurul Falah itu.

Camat Muaragembong Sukarmawan menjelaskan, sedikitnya ada 14 ribu jiwa di lima desa berstatus terdampak banjir rob. Genangan air laut itu turut merendam ribuan hektare tambak milik warga.

Pihaknya terus berupaya meminta pertolongan kepada pemerintah daerah, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun relawan meski belum semua warga menerima bantuan dimaksud.

Dia juga berharap pemerintah pusat mempercepat proyek pembangunan tembok raksasa atau giant seawall untuk menahan pasang air laut sekaligus meminimalisasi dampak banjir rob di wilayah pesisir Kecamatan Muaragembong. 

Bantuan pemda

Sementara itu, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang gerak cepat mengunjungi korban banjir rob di Muaragembong untuk menyalurkan bantuan darurat sekaligus meninjau infrastruktur berikut dampak musibah yang kerap melanda wilayah pesisir utara tersebut.

"Kunjungan saya ke Kecamatan Muaragembong untuk meninjau sarana prasarana, pembangunan, jalan lingkungan, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan serta aliran sungai, termasuk Sungai Citarum. Kami ingin memastikan semua bersih, berfungsi dan lestari," kata Ade dikutip dari laman Pemkab Sabtu (6/12).

Ia menyatakan, kunjungan itu untuk memahami persoalan yang dihadapi warga, terutama terkait banjir rob mengingat musibah ini menjadi fenomena alam rutin terjadi setiap tahun dan berdampak pada seluruh desa di wilayah Kecamatan Muaragembong.

"Rob itu memang alam. Pemasangan tanggul di Priok (Tanjung Priok, Jakarta Utara) saja jebol. Anggaran APBD kita tidak akan mampu menangani sepenuhnya. Itu sebabnya saya datang untuk mendapatkan gambaran secara langsung," katanya.

Ia mengaku telah menginstruksikan camat setempat untuk memantau situasi secara intensif. BPBD Kabupaten Bekasi juga disiagakan menghadapi potensi dampak musibah akibat pasang air laut itu.

"BPBD kita siap siaga menghadapi bencana atau hal-hal yang bersifat urgensi akibat rob," katanya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik