Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Resmikan Biodigester Komunal, Pramono Sebut tak Boleh Ada Sanitasi Buruk di Jakarta

Mohamad Farhan Zhuhri
14/11/2025 16:16
Resmikan Biodigester Komunal, Pramono Sebut tak Boleh Ada Sanitasi Buruk di Jakarta
Biodigester komunal(Ist)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi Biodigester Komunal yang dibangun oleh Bank Jakarta di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo. Menurutnya, hal itu menjadi contoh nyata bagaimana teknologi sederhana dapat memberi dampak besar bagi kesehatan masyarakat dan efisiensi energi.

“Ekosistem seperti ini, saya ingin mengembangkan lebih besar, apakah bisa di kantor pemerintah atau swasta. Kita bisa buat sistem seperti ini, secara ekonomi sangat membantu,” ujar Pramono dikutip Jumat (14/11).

Ia menegaskan, Jakarta sebagai kota global tidak boleh lagi memiliki persoalan open defecation atau sanitasi buruk yang menghambat kualitas hidup masyarakat. Teknologi biodigester bukan hanya menjawab kebutuhan sanitasi, tetapi juga membuka peluang penghematan energi bagi keluarga prasejahtera.

"Ini juga mendorong saving, dengan demikian memberikan dampak ekonomi yang penting dan lebih penting, kesehatan masyarakatnya akan lebih baik,” sambungnya.

Peresmian digelar bersama jajaran Pemprov DKI, PMI DKI Jakarta, dan Bank Jakarta selaku penggagas program Corporate Social Responsibility (CSR) pembangunan instalasi biodigester komunal. 

Sementara, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk keterlibatan aktif Bank Jakarta dalam mempercepat capaian Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS)/Open Defecation Free (ODF), yang merupakan pilar pertama Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). 

“Bank Jakarta berkomitmen mendukung program pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni. Kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari fasilitas sanitasi yang memadai, sekaligus memanfaatkan energi terbarukan dari limbah domestik,” ujarnya.

Teknologi biodigester yang diresmikan ini memanfaatkan proses fermentasi anaerob untuk mengolah limbah domestik menjadi biogas. Energi alternatif tersebut dapat digunakan warga untuk memasak maupun penerangan, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. 

"Bank Jakarta akan terus memperluas kontribusi sosialnya melalui berbagai inisiatif lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kami ingin memastikan keberadaan kami memberikan manfaat nyata bagi warga Jakarta,” ucapnya.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik