Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto memaparkan sejumlah program prioritasnya dalam memberantas narkotika di Indonesia. Dia menyatakan siap memerangi peredaran gelap narkoba di Tanah Air untuk menyelamatkan manusia.
Hal ini disampaikan Suyudi saat menghadiri konferensi pers pengungkapan 38.934 kasus peredaran gelap narkotika oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda jajaran sepanjang Januari-Oktober 2025. Total ada 51.763 tersangka ditangkap, 150 di antaranya anak-anak.
"Sebagai Kepala BNN yang pertama kami akan mengembalikan eksistensi dan muruah BNN sesuai tupoksi dalam semangat kami 'War Drugs for Humanity'," kata Suyudi dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/10).
Suyudi mengatakan komitmen itu senada dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Yakni memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, narkoba, dan penyelundupan.
"Berperang terhadap narkoba demi kemanusiaan tentunya sejalan dengan Asta Cita bapak presiden. Khususnya poin ke-7 terkait pemberantasan narkoba sebagai bagian reformasi hukum dan ketahanan bangsa," ujar jenderal polisi bintang tiga itu.
Suyudi melanjutkan pemberantasan narkoba menjadi syarat mutlak dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Maka itu, kata Suyudi, peredaran kasus narkoba betul-betul harus ditangani.
"Kemudian pemberantasan narkoba jadi syarat mutlak membangun SDM unggul. Dimana ancaman narkoba terhadap bonus demografi, kualitas SDM dan stabilitas ekonomi ini harus betul-betul kita tangani secara serius," ujar Suyudi.
Mantan Kapolda Banten ini menerangkan bahwa kasus narkoba tak hanya sebatas tindakan kriminal. Namun, isu kemanusiaan yang harus ditangani. "Narkoba dipandang sebagai isu kemanusiaan bukan hanya sekedar kriminalitas. Pengguna narkoba sebagai korban yang harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan penjara," beber Suyudi.
Di samping itu, Suyudi memastikan akan terus berupaya menekan rantai pasok barang haram itu ke Indonesia. Termasuk menekan permintaan dari masyarakat. Namun, pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika tetap mengedepankan pendekatan preemtif dan edukatif.
"Kemudian optimalisasi untuk tim asesmen terpadu (TAT) agar hasilnya dapat mengikat secara hukum dan penguatan program berbasis komunitas. Termasuk, peningkatan pelatihan petugas modernisasi lab dan digitalisasi management data narkotika," pungkas Suyudi. (Yon/P-2)
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Pada Selasa (6/1), BNN bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Imigrasi berhasil membongkar jaringan internasional di Bandara Soekarno-Hatta.
BNN meminta masyarakat tidak ragu melaporkan indikasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika usai penggerebekan lab narkotika di Ancol.
BNN masih memburu tiga orang, termasuk dua WNA China, terkait laboratorium narkotika liquid vape dan happy water di apartemen Ancol, Jakarta Utara.
Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek laboratorium narkotika liquid vape dan happy water di apartemen Ancol. Empat tersangka jaringan internasional ditangkap.
SEJUMLAH aktivis lingkungan dan kreator konten resmi melaporkan serangkaian aksi teror dan intimidasi yang mereka alami ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Rabu (14/1/2026).
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Martin Daniel Tumbelaka, mengapresiasi keberhasilan Bareskrim Polri dalam membongkar sindikat perjudian daring yang mengoperasikan 21 situs.
Selain penindakan hukum terhadap para pelaku, Polri juga bergerak memutus akses perjudian di dunia maya.
Kemenhut bersama Bareskrim Polri memaparkan temuan awal hasil identifikasi forensik terhadap kayu gelondongan yang terbawa banjir bandangĀ
Irhamni mengatakan berdasarkan hasil identifikasi, diketahui bahwa ada campur tangan manusia pada gelondongan kayu tersebut.
Kasus ini bermula dari penangkapan FG pada 26 November 2025. Dari dompetnya, polisi menemukan sabu seberat 0,43 gram yang tersimpan dalam kertas aluminium foil dan plastik klip.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved