Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CAHAYA harapan akhirnya datang juga buat Abdul Rochman, 19, warga Cilendek, Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat dan Bayu Lesmana, 18, salah satu siswa lulusan SMA swasta di Kota Bogor.
Sebelumnya kedua pemuda ini murung, karena belum menerima ijazahnya meski mereka sudah dinyatakan lulus. Abdul Rochman, belum bisa bekerja atau berkeinginan melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi.
Hal ini karena ijazahnya masih ditahan pihak sekolah SMK swasta di Kota Bogor. Alasan pihak sekolah wajar menahan ijazah Rochman, karena belum melunasi iuran bulan dan biaya-biaya pendidikan lainnya.
“Boro-boro mau kerja, niat untuk sekolah lagi saya sudah tidak ada. Selain terkendala biaya, ijazah saya juga masih tertahan di sekolah,’’ kata Rochman.
Kondisi serupa juga dialami Bayu Lesmana. Karena terkendala biaya pendidikan saat sekolah, Bayu tak bisa mengambil ijazahnya. Dirinya berharap ada orang tua asuh atau dermawan yang bisa membantu kesulitannya mendapatkan ijazah.
“Semoga pemerintah bisa membantu untuk mendapatkan ijazahnya. Rencananya bila sudah ada ijazah bisa kan bisa untuk melamar pekerjaan,’’ucap Bayu.
Bukan saja untuk Abdul Rochman dan Bayu, harapan itu bisa juga datang untuk ratusan siswa-siswi yang ijazahnya masih tertahan.
Pemerintah Kota Bogor, akan membantu para siswa kurang mampu itu dengan menggelar Program Bantuan Pelunasan Biaya Pendidikan.
Seperti dipaparkan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Elyis Sontikasyah, Sabtu (21/12). Menurutnya, program yang akan dilakukan 2025 mendatang bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu yang terkendala atau menunggak biaya pendidikannya.
"Mengacu dari Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 50 Tahun 2023, bantuan untuk di jenjang SMP dan MTS maksimal Rp 2 juta. Kemudian untuk jenjang SMA dan MA sebesar Rp2,5 juta, sedangkan jenjang SMK Rp 3,5 juta," bebernya.
Untuk mendapatkan manfaat dari program ini, lanjutnya, masyarakat dapat mengajukan permohonan melalui Aplikasi Sahabat yang dikelola Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor.
“Melalui program ini kami berharap para pelajar atau masyarakat bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi," ungkap Elyis.
Levih jauh dia menjelaskan, pada tahun 2025, terdapat 235 siswa dari 60 sekolah yang akan menerima manfaat program ini dengan usulan jumlah tunggakan Rp524.268.000.
Sementara untuk jenjang SMA, MA, MK terdapat 1.474 orang siswa dari 85 yang mendapat manfaat program ini dengan anggaran mencapai Rp4.839.500.000.
Pembahasan mengenai program ini telah dibahas Pemkot Bogor bersama DPRD Kota Bogor dan Para kepala SMA, MA, SMK se-Kota Bogor, dan Kantor Cabang Dinas (KCD) pada Selasa (5/11) lalu.
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Abdul Wahid mengatakan belum dapat memastikan total anggaran yang akan dikeluarkan dalam program tersebut karena menunggu jumlah akhir ijazah yang akan ditebus.
Program pelunasan biaya pendidikan ini diakui Wahid menjadi aspirasi yang banyak disampaikan oleh masyarakat. Lewat program ini ia berharap para penerima manfaat bisa melamar kerja dengan ijazah yang mereka miliki.
Namun ia menekankan pelaksanaan program ini berpegang kepada aturan Perwali Kota Bogor. Calon penerima program ini ialah siswa Kota Bogor yang berdomisili Kota Bogor.
Pada awal tahun, DPRD Kota Bogor menganggarkan Rp 7,5 miliar untuk menebus ijazah 2.500 siswa kurang mampu yang masih tertahan di sekolah swasta. (H-2)
Akankah trio Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr Tifa akhirnya ditinggalkan sendirian melawan Jokowi di medan hukum?
Laporan Partai Demokrat tersebut teregistrasi dengan nomor: LP/B/97/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.
Demokrat menyatakan keberatan mendalam karena merasa dirugikan secara institusi maupun nama baik tokoh sentral partai.
Kepolisian Daerah Metro Jaya menegaskan bahwa ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dinyatakan sah dan autentik.
Kepolisian mempersilakan pihak tersangka untuk menempuh jalur hukum jika merasa keberatan dengan putusan tersebut.
Ketidakjelasan justru berpotensi menimbulkan keresahan dan saling curiga di tengah masyarakat.
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik.
Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.
Data hasil TKA menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah.
Kemendikdasmen berkomitmen menyempurnakan TKA melalui evaluasi berkelanjutan dan dialog dengan pemangku kepentingan.
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved