Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berupaya untuk mengantisipasi dampak dari rawan daerah kekeringan yang terjadi di 30 kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Bahkan, BPBD juga sudah personel dan peralatan untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.
"Tahun 2023 lalu, BPBD mendistribusikan air hampir 9,3 juta liter ke 30 kecamatan tersebut. Kami membantu melayani kebutuhan air bersih bagi 1,8 juta penduduk," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji.
Baca juga : Daerah Lereng Merapi Kekeringan, BPBD Klaten Mulai Melakukan Droping Air
Tahun ini, pihaknya sudah melakukan survei ke lapangan untuk mengetahui ketersediaan air bersih pada musim kemarau.
Menurut prediksi BMKG, kemarau akan terjadi pada bulan Juni hingga September 2024, maka dari itu BPBD sudah menyiapkan langkah dan ikhtiar menghadapi musim kemarau.
Selain kekeringan di 30 kecamatan, BPBD juga bersiap menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Pada tahun lalu, ada 271 kejadian kebakaran, yang didominasi kebakaran di kebun milik masyarakat dan sebagian di hutan.
Baca juga : BPBD Gunungkidul telah Salurkan 22 Juta Liter Air Bersih
Uka mengaku, beberapa waktu lalu sudah ada beberapa desa yang meminta bantuan distribusi air bersih. Namun, warga terbantu setelah hujan turun lagi.
Tahun ini, walau sudah mulai memasuki musim kemarau, belum banyak keluhan yang berarti di lapangan karena persediaan air bersih secara umum masih tersedia.
BPBD Kabupaten Bandung meminta kepala desa, lurah dan camat mengoptimalkan embung atau penampungan air sebagai penyimpan cadangan air. Pada musim kemarau, embung digunakan untuk kebutuhan air masyarakat.
Uka juga menghimbau kepada masyarakat jangan sembarangan membakar sampah untuk mencegah peristiwa kebakaran. (SG)
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam (BPBD) menyatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hanyut terbawa banjir.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved