Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai penangkapan lima anggota polisi yang terlibat penyalahgunaan narkoba di wilayah Cimanggis, Depok, Jawa Barat, layak diapresiasi. Menurutnya, dengan adanya penangkapan itu, pengawasan oleh institusi Polri terhadap seluruh sudah berjalan baik.
"Meskipun masih harus terus ditingkatkan lagi agar pelanggaran yang sama tidak terulang di kemudian hari," kata Bambang saat dihubungi, Selasa (23/4).
Bambang menyebut upaya pengawasan dan penindakan juga harus terus didorong menjadi sebuah sistem yang paten, sehingga tidak ada lagi celah bagi personel untuk melakukan pelanggaran.
Baca juga : Banyak Pemuda Terjerat, Relawan Edukasi Warga Cegah Peredaran Narkoba
"Jadi, bukan hanya jadi gebrakan-gebrakan sesaat saja," imbuhnya.
Bambang berpandangan penyalahgunaan narkoba tidak akan pernah usai karena kejahatan itu bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk anggota kepolisian. Terlebih, segitiga kejahatan, yakni niat, peluang, dan kemampuan yang menjadi faktor perilaku kejahatan juga terjadi di internal kepolisian.
Ia mengatakan, dengan kemampuan yang mumpuni, kewenangan penegakan hukum dan kesempatan yang terbuka karena sistem pengawasan yang lemah, anggota polisi yang sebelumnya tidak terlibat dalam kejahatan narkoba bisa jadi berubah.
Baca juga : Polisi Musnahkan 9.807 Pil Ekstasi dari Malaysia
"Niat jahat itu hanya faktor kecil yang memicu kejahatan. Oleh karena itu, upaya preventif mencegah kejahatan oleh kepolisian tak hanya berlaku bagi masyarakat, tetapi juga harus ke internal organisasi Polri juga," tuturnya.
Diketahui sebelumnya, lima anggota polisi diamankan Polda Metro Jaya terkait dugaan penyalahgunaan narkotika di kawasan Cimanggis, Depok.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan lima personel itu diamankan pada Sabtu (20/4) pekan lalu. (Z-11)
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Lingkungan keluarga adalah tempat paling utama belajar apa saja termasuk persepsi dan sikap terhadap obat obatan atau narkoba.
Penangkapan Onadio Leonardo atau Onad oleh Polres Metro Jakarta Barat mengejutkan publik. Simak 7 fakta lengkap, kronologi, hingga reaksi publik dalam kasus penyalahgunaan narkotika.
Sebanyak 14,1 juta jiwa diperkirakan terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Angka itu muncul dari penindakan 589 kasus penyelundupan narkotika dengan total berat 4,73 ton.
Dalam upaya menciptakan lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan mendukung semangat #HidupLebihBaik, pengelola properti Inner City Management (ICM) bekerja sama dengan BNN.
Empat orang pegawai berstatus ASN, lima orang pegawai tenaga kerja kontrak (TKK), dan satu orang pegawai alih daya atau outsourcing.
Pemusnahan dilakukan dengan cara sabu dimasukkan kedalam tungku yang berisi air panas untuk dilarutkan. Setelahnya, air larutan sabu itu dikubur ke dalam tanah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved